Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Peningkatan Sampah Plastik Di Lautan
Menurut studi baru-baru ini, sampah plastik yang mencapai garis pantai berasal dari 192 negara pesisir, sampah ini berupa botol minuman bekas, bungkus makanan, mainan dan potongan plastik lain yang keluar dari muara, dan tempat pembuangan sampah yang tidak terkendali, saat ini hampir semuanya berada di lautan dunia.
Mengapa Kantong Plastik Berbayar?
Penggunaan kantong plastik ini sangat banyak terlihat di kehidupan kita, mulai dari belanja sayur di pagi hari, belanja makanan di restoran atau pedagang keliling, belanja di toko kelontong atau supermarket, beli buku sampulnya plastik, hingga belanja di pertokoan di mall-mall.
Mengapa kantong plastik sangat dekat dengan kita ? karena benda ini merupakan benda yang paling simple dan praktis dalam menyimpan, dapat digunakan dimana-mana selain murah dan juga dapat langsung dibuang ketika tidak terpakai lagi.
Iklan Rokok Bebas Aditif/ Alami Diperingatkan

Tiga produsen tembakau, ITG Merek LLC, Santa Fe Natural Tobacco Company Inc, dan Sherman 1400 Broadway NYC Ltd, menyatakan bahwa rokok mereka "aditif bebas" dan / atau "alami". Namun, US Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa pelabelan yang berisi istilah-istilah ini menyesatkan kepada konsumen. Pada tanggal 27 Agustus, agensi mengirimkan surat peringatan kepada perusahaan bahwa mereka melanggar bagian 911 dari Federal Food, Drug, dan Kosmetik Act (FD & C Act).
25 Misteri Fenomena Spektakuler Dunia
Dunia ini menyimpan segudang misteri, termasuk beberapa fenomena alam dan kejadia yang cukup aneh. Fenomen alam ini tidaklah terjadi karena hal-hal gaib atau supranatural lainnya.
Berikut adalah beberapa fenomena alam unik yang mungkin belum Anda lihat. Saat melihatnya, mungkin Anda akan berpikir bahwa tempat ini tidak berada di dunia seperti yang kita tempati saat ini.
Blusukan Asap Bersama Presiden Jokowi
- Pasti sulit dibayangkan oleh aktivis dan volunteer Greenpeace pada saat melakukan aksi penutupan kanal di Kuala Cenaku-Indragiri Hulu tahun 2007 dan di Desa Teluk Meranti-Pelalawan, pada tahun 2009, bahwa kegiatan mereka dilakukan oleh seorang presiden beberapa tahun kemudian. Pada saat itu aksi mereka itu tidak mendapat respon dari pemerintah setempat dan bahkan dapat dianggap ilegal. Namun tidak jauh dari kedua tempat itu, tepatnya di Sei Tohor-Kepulauan Meranti, Riau, hari ini Presiden Jokowi bersama masyarakat desa, melakukan aksi penutupan kanal sebagai simbol keseriusan pemerintah untuk melakukan perlindungan lahan gambut, termasuk untuk mengatasi akar masalah kebakaran hutan yang kerap melanda kawasan tersebut.
Wisata Bahari Unggulan Indonesia
Presiden Joko Widodo yang bervisi kemaritiman, bakal menempatkan wisata bahari sebagai andalan sumber penerimaan negara. sektor pariwisata akan dapat dengan cepat memperbaiki perekonomian. Pasalnya, sektor ini adalah salah satu yang paling cepat memberikan pemasukan.
Beragam ekosistem pesisir dan laut tersedia di Indonbesia seperti pantai berpasir, goa, laguna, estuaria, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Di antara sepuluh ekosistem terumbu karang terindah dan tarbaik di dunia, enam berada di Tanah Air, yakni Raja Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh.
Jika Indonesia mampu mengembangkan potensi bahari maka nilai ekonomi berupa perolehan devisa, sumbangan terhadap PDB, peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan efek multipliernya akan sangat besar.
Beragam ekosistem pesisir dan laut tersedia di Indonbesia seperti pantai berpasir, goa, laguna, estuaria, hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Di antara sepuluh ekosistem terumbu karang terindah dan tarbaik di dunia, enam berada di Tanah Air, yakni Raja Ampat, Wakatobi, Taka Bone Rate, Bunaken, Karimun Jawa, dan Pulau Weh.
Jika Indonesia mampu mengembangkan potensi bahari maka nilai ekonomi berupa perolehan devisa, sumbangan terhadap PDB, peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan efek multipliernya akan sangat besar.
Puasa Di Ujung Dunia Paling Utara Itu "Subkhanallah Walkhamdulillah"
AZHARMIND.COM Ini permasalahan cara berpuasa putraku Lubias Zulqornain yang bekerja sebagai pelaut kapal pesiar, di bulan Ramadhan ini berlayar di wilayah negara-negara kutub utara, bagaimana berpuasa di suatu tempat yang matahari jarang terbenam? Terpikir beberapa pilihan: Puasa mengikuti jadwal kota Mekah, mengikuti imsakiyah negeri terdekat, atau mengikuti imsakiyah keluarga di rumah Semarang-Indonesia.
![]() |
| Lubias di kutub utara |
Persepsi siang hari bagi orang yang tinggal di daerah tropis adalah kondisi
terang karena terdapat sinar matahari, sedangkan malam adalah kondisi
gelap-gulita, tanpa ada sinar matahari karena sinar tersebut telah tenggelam di
bawah horizon. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang tinggal tanpa ada sinar
matahari atau lama matahari bersinar sangat pendek? Apakah mereka harus
meninggalkan kewajiban berpuasa?
Apakah Jokowi Gagal Mengatasi Banjir?
Fakta dan data kinerja Jokowi dalam mengatasi banjir di Jakarta terjawab bukan karena bersamaan terjadi juga bencana banjir yang lebih hebat di wilayah lain yaitu Medan dan Manado sehingga banjir Jakarta terabaikan, tapi kita bisa menganalisa dan memberikan penilaian kinerja Jokowi secara obyektif dalam mengatasi banjir Jakarta
Dampak Positif Pemanasan Global
Informasi yang baru-baru ini dirilis Kompas
menyebutkan bahwa salah satu dampak positif pemanasan global adalah
meningkatnya kapasitas pohon dan tumbuh-tumbuhan dalam penampungan
karbondioksida.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Marine Biological Laboratory,
Amerika Serikat mengungkapkan bahwa menghangatnya iklim telah merangsang
penangkapan dan penyimpanan karbondioksida pada bagian tanaman dalam
jumlah lebih besar. Banyaknya karbon yang terserap saat tumbuhan
melakukan proses fotosintesis disebabkan lebih banyak nitrogen yang
memungkinkan untuk dibuat dalam kondisi suhu tanah hangat.
Menurut pemimpin penelitian Jerry Melillo, pohon-pohon di Amerika
Serikat umumnya sangat terbatas kandungan nitrogennya. “Kami menemukan
bahwa pemanasan global telah memerangkap senyawa nitrogen di dalam tanah
berupa nitrogen organik, untuk dilepaskan sebagai senyawa anorganik.
Ketika pohon menyerap nitrogen anorganik ini, pertumbuhannya akan lebih
cepat dan menampung lebih banyak karbon,” papar Melillo.
Tak hanya itu, Melillo mengungkapkan bahwa keseimbangan jumlah karbon
di ekosistem hutan untuk dekade-dekade selanjutnya saat fenomena
perubahan iklim terjadi akan bergantung pada aneka faktor lain, misalnya
ketersediaan air, efek peningkatan temperatur bagi fotosintesis dan
respirasi, serta konsentrasi karbondioksida di lapisan atmosfer.
Pohon raksasa
Perdagangan Karbon
Yang pasti buakan jual arang untuk bakar sate maupun jual-beli arang aktif, akan tetapi pembayaran kompensasi
diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan
lingkungan yang dibuat.
Kompensasi ini dikenal dengan Perdagangan Karbon,
yaitu Negara maju yang telah banyak mengeluarkan emisi karbon, yang menjadi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer,
harus membayar ke negara-negara dunia ketiga terutama negara sedang berkembang seperti Indonesia. Negara berkembang ini diharuskan mempertahankan atau melestarikan hutan dan ekosistemnya.
Salah satunya asap karbondioksida (CO2) yang
dihasilkan pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah terlalu sesak dan
memenuhi atmosfer bumi kita, yang berakibat naiknya suhu bumi Global Warming serta pertambahan lubang dilapisan ozon yang semakin
luas.
Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan
mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan di Indonesia, Brasilia, Asia
Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea. Jadi singkatnya, negara-negara yang maju industrinya (tapi juga paling
maju dalam hal merusak lingkungan) harus membayar kompensasi kepada
Negara yang memiliki luasan hutan yang besar terutama Brazil dan
Indonesia atas polusi industrinya. Karena hanya hutanlah yang mampu
menyerap asap CO2 yang ada di atmosfir.
Jadi semacam peraturan: SIAPA KENTUT HARUS BAYAR
Jadi semacam peraturan: SIAPA KENTUT HARUS BAYAR
Di Chicago, Amerika Serikat telah terbentuk bursa
efek yang menangani perdagangan emisi atau karbon
dunia. Terkait hal ini tidaklah berarti harus mengekspor karbon yang dimiliki banyak hutan untuk memperoleh devisa. Namun sebaliknya tim ahli independen yang akan datang dan menilai kemampuan hutan yang dimiliki suatu wilayah dalam penyerapan dan menyimpan karbon dalam ekosistemnya.
dunia. Terkait hal ini tidaklah berarti harus mengekspor karbon yang dimiliki banyak hutan untuk memperoleh devisa. Namun sebaliknya tim ahli independen yang akan datang dan menilai kemampuan hutan yang dimiliki suatu wilayah dalam penyerapan dan menyimpan karbon dalam ekosistemnya.
Karbon Indonesia
Indonesia saat ini hanya memiliki hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga dipasaran per Hektar dengan luasan hutan yang ada.
Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.
Indonesia saat ini hanya memiliki hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga dipasaran per Hektar dengan luasan hutan yang ada.
Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.
Google Ikut Berperan
Google menginginkan penetapan harga atas karbon.
Bukan sekadar untuk memerangi pemanasan global, namun karena
perdagangan karbon adalah bisnis yang menjanjikan. Dan Reicher mantan
asisten menteri di Departemen Energi yang sekarang menangani investasi Google
di bidang energi bersih mengatakan, ”Memberi harga yang berbobot atas
karbon akan mendekatkan kita pada pengurangan emisi yang signifikan
sekaligus mempercepat peningkatan pembangunan lokal dan adopsi
teknologi.” Bagian terakhir inilah yang baik bagi bisnis.
“Harga
karbon sangat berperan dalam meningkatkan persaingan di bidang
teknologi yang menjanjikan pengurangan emisi yang signifikan, bantuan
bagi sekuritas energi, serta menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas
Reicher. Ia juga mengungkapkan bahwa penetapan harga atas karbon akan
menderaskan investasi di bidang inovasi energi. Uang tersedia untuk
melaksanakan investasi yang signifikan, namun aliran dana terhambat
karena belum ada insentif di sana.
Ada
banyak cara untuk mendapatkan harga karbon. Dalam kemasan apa pun,
harga karbon akan mendatangkan keuntungan bagi banyak pihak. Google
berharap Senat AS akan bertindak cepat untuk melaksanakan apa yang
diprediksi dapat menciptakan titik terang dalam perekonomian yang sedang
mengalami penurunan.
Pasar Karbon Sukarela
Adalah sebuah pasar dimana terdapat
perjual-belian kredit karbon yang tidak terikat oleh peraturan-peraturan
dan target pengurangan emisi sebuah negara tertentu. Skala pasar karbon
ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasar karbon konvensional, namun berpotensi untuk berkembang dengan signifikan.
Di dalam pasar ini, pembeli adalah individu, organisasi, perusahaan
atau badan lainnya yang membeli kredit karbon dengan tujuan mengimbangi
emisi gas rumah kaca
mereka secara sukarela. Sebagai contoh, seorang individu dapat membeli
kredit karbon untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan
oleh mobilnya atau rumahnya.
Pendapatan hasil penjualan kredit karbon biasanya dipakai untuk
mendanai proyek-proyek yang mengurangi emisi gas rumah kaca, baik jangka
pendek maupun jangka panjang. Beberapa contoh populer adalah program
penanaman pohon, reforestasi, efisiensi energi, dan proyek energi terbarukan.
Untuk memverifikasi pengurangan emisi karbon, terdapat standar formal seperti VCS (Voluntary Carbon Standard),
yang mengeluarkan sebuah sertifikasi berdasarkan kolaborasi dengan
pihak emitor, regulator, ahli lingkungan dan pengembang proyek.
Prospek Harga Karbon
Menurut
prediksi Barclays Capital, salah satu perusahaan investasi terbesar di
Inggris, perdagangan karbon bisa menjadi perdagangan terbesar di dunia.
Tahun 2007, Barclays sudah melakukan transaksi 30 milyar dollar AS dan
dalam sepuluh tahun kemudian mereka menetapkan target 1 triliun dollar
AS. [catatan: Barclays dimiliki oleh Rothschild. Masih ingat Rothschild?
Baca: Konspirasi Dollar, The Fed, Israel)
Mark
Fulton, Kepala Strategic Planning and Climate Change Strategist
Deutsche Bank mengatakan, “Percaya atau tidak, pasar-pasar investasi
telah diciptakan dan investasi ini akan tumbuh secara signifikan sampai
20-30 tahun yang akan datang.” Fulton memprediksi hingga tahun 2013 akan
terjadi transaksi sebesar 60 milyar euro di Pasar Karbon Eropa. Di
sejumlah negara, perdagangan karbon bahkan sudah diatur seperti halnya
perdagangan saham.
Al
Gore, mantan wakil presidan AS era Clinton, yang kini beralih profesi
menjadi aktivis perlindungan iklim, ternyata juga mengais dollar dari
bisnis karbon. Bulan Februari 2008, Al Gore meraih Penghargaan Dan
David Foundation dari Israael atas jasanya di bidang lingkungan hidup
dan hadiah 1 juta dollar. Menurut Fast Company Magazine, saat Gore
meninggalkan jabatan sebagai wapres tahun 2001, kekayaannya hanya 1 juta
dollar, dan tahun 2007 dia menyimpan lebih 100 juta dolar.Perubahan Iklim
Perubahan
iklim pada hakikatnya adalah sebuah keniscayaan. Iklim bumi bersifat
dinamis dan senantiasa berubah melalui siklus alamiah. Perubahan ini
dapat dideteksi dan diteliti oleh para pakar melalui bukti-bukti ilmiah
yang tersimpan dalam lingkaran-lingkaran kambium pohon, inti lapisan es
dan endapan lautan. Nyata sekali bahwa perubahan iklim dewasa ini
nampak memiliki sebuah kecenderungan yang bersifat konstan, yakni
meningkatnya temperatur global.
Perdebatannya
terletak pada penyebab perubahan iklim. Sebagian pihak menyatakan
bahwa perubahan iklim normal terjadi karena fluktuasi yang bersifat
alamiah. Yang lain berpendapat bahwa perubahan iklim disebabkan oleh
aktivitas manusia. Kenyataan yang benar adalah: perubahan iklim yang
terjadi belakangan ini memiliki penyebab yang beragam, namun dipercepat
secara signifikan oleh aktivitas manusia.
Pada
Februari 2007, sebuah panel internasional para ahli yang tergabung
dalam Inter-Governmental Panel on Climate Change (IPCC) mengumumkan
temuannya yang menyatakan secara konklusif bahwa:
- Pemanasan global sedang terjadi
- Peningkatan temperatur global adalah dampak dari aktivitas manusia
- Dengan tren yang ada sekarang, temperatur yang bersifat ekstrem, gelombang panas, dan hujan lebat akan terus mengalami peningkatan frekuensi. Temperatur bumi dan lautan akan terus meningkat dalam milennium selanjutnya.
Mengapa
aktivitas manusia menjadi penyebab utama perubahan iklim? Jawabannya
terletak pada bahan bakar fosil dan gas rumah kaca. Revolusi Industri
di abad 19 memulai penggunaan bahan bakar secara besar-besaran untuk
aktivitas industri. Industri-industri tersebut menciptakan lapangan
pekerjaan dan memicu relokasi penduduk dari desa ke kota. Tren ini
bahkan berlanjut sampai sekarang. Lahan yang tadinya hijau terus
diratakan untuk menyediakan tanah bagi perumahan. Sumber daya alam yang
ada terus digunakan secara intensif untuk kebutuhan konstruksi,
industri, transportasi dan konsumsi. Sampah dan limbah mengalami
peningkatan debit volume berlipat ganda.
Seluruh
hal di atas berujung di satu hal: meningkatnya konsentrasi gas-gas
rumah kaca di atmosfer bumi. Mereka disebut demikian karena efek yang
ditimbulkan menyerupai lapisan kaca dari sebuah rumah kaca. Matahari
tetap leluasa memancarkan radiasi ke bumi, namun pantulan radiasi
tersebut oleh permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas rumah kaca tadi.
Selanjutnya, lapisan bawah atmosfer bumi secara lambat tapi pasti,
mengalami peningkatan temperatur.
Sejatinya,
efek rumah kaca seperti ini adalah sebuah proses alamiah yang penting
demi memungkinkan kehidupan di atas bumi. Tanpanya, bumi akan menjadi
sebuah tempat yang tak mungkin ditinggali oleh sebagian besar makhluk
hidup yang ada sekarang. Masalahnya terletak pada manusia yang
menyebabkan peningkatan pemanasan global melalui emisi gas-gas rumah
kaca ke atmosfer bumi. Inilah yang mengubah keseimbangan alami efek
rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca yang diproduksi, semakin
banyak radiasi matahari yang “terperangkap” di lapisan atmosfer kita.
Fenomena inilah yang sekarang sedang terjadi: pemanasan global pada
lapisan bawah atmosfer karena terus meningkatnya akumulasi emisi gas
rumah kaca.
Fajar Jasmin
Source: http://iklimkarbon.com
Baca juga:
Langganan:
Postingan (Atom)








