. Perdagangan Karbon

Perdagangan Karbon

Awalnya Saya keliru persepsi tentang istilah Perdagangan Karbon atau Carbon Trading yang diangkat oleh beberapa media massa di tanah air. Bisa jadi anda juga bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan Carbon Trading
Yang pasti buakan jual arang untuk bakar sate maupun jual-beli arang aktif, akan tetapi pembayaran kompensasi diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan lingkungan yang dibuat. 

Kompensasi ini dikenal dengan Perdagangan Karbon, yaitu Negara maju yang telah banyak mengeluarkan emisi karbon, yang menjadi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, harus membayar ke negara-negara dunia ketiga terutama negara sedang berkembang seperti Indonesia. Negara berkembang ini diharuskan mempertahankan atau melestarikan hutan dan ekosistemnya.

Salah satunya asap karbondioksida (CO2) yang dihasilkan pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah terlalu sesak dan memenuhi atmosfer bumi kita, yang berakibat naiknya suhu bumi Global Warming serta pertambahan lubang dilapisan ozon yang semakin luas.

Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan di Indonesia, Brasilia, Asia Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea. Jadi singkatnya, negara-negara yang maju industrinya (tapi juga paling maju dalam hal merusak lingkungan) harus membayar kompensasi kepada Negara yang memiliki luasan hutan yang besar terutama Brazil dan Indonesia atas polusi industrinya. Karena hanya hutanlah yang mampu menyerap asap CO2 yang ada di atmosfir.

Jadi semacam peraturan: SIAPA KENTUT HARUS BAYAR 

Di Chicago, Amerika Serikat telah terbentuk bursa efek yang menangani perdagangan emisi atau karbon
dunia. Terkait hal ini tidaklah berarti harus mengekspor karbon yang dimiliki banyak hutan untuk memperoleh devisa. Namun sebaliknya tim ahli independen yang akan datang dan menilai kemampuan hutan yang dimiliki suatu wilayah dalam penyerapan dan menyimpan karbon dalam ekosistemnya.

Karbon Indonesia
Indonesia saat ini hanya memiliki  hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga dipasaran per Hektar dengan luasan hutan yang ada.

Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.

Google Ikut Berperan
Google menginginkan penetapan harga atas karbon. Bukan sekadar untuk memerangi pemanasan global, namun karena perdagangan karbon adalah bisnis yang menjanjikan. Dan Reicher mantan asisten menteri di Departemen Energi yang sekarang menangani investasi Google  di bidang energi bersih mengatakan, ”Memberi harga yang berbobot atas karbon akan mendekatkan kita pada pengurangan emisi yang signifikan sekaligus mempercepat peningkatan pembangunan lokal dan adopsi teknologi.” Bagian terakhir inilah yang baik bagi bisnis.
“Harga karbon sangat berperan dalam meningkatkan persaingan di bidang teknologi yang menjanjikan pengurangan emisi yang signifikan, bantuan bagi sekuritas energi, serta menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Reicher. Ia juga mengungkapkan bahwa penetapan harga atas karbon akan menderaskan investasi di bidang inovasi energi. Uang tersedia untuk melaksanakan investasi yang signifikan, namun aliran dana terhambat karena belum ada insentif di sana.
Ada banyak cara untuk mendapatkan harga karbon. Dalam kemasan apa pun, harga karbon akan mendatangkan keuntungan bagi banyak pihak. Google berharap Senat AS akan bertindak cepat untuk melaksanakan apa yang diprediksi dapat menciptakan titik terang dalam perekonomian yang sedang mengalami penurunan.
Pasar Karbon Sukarela  
Adalah sebuah pasar dimana terdapat perjual-belian kredit karbon yang tidak terikat oleh peraturan-peraturan dan target pengurangan emisi sebuah negara tertentu. Skala pasar karbon ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasar karbon konvensional, namun berpotensi untuk berkembang dengan signifikan.
Di dalam pasar ini, pembeli adalah individu, organisasi, perusahaan atau badan lainnya yang membeli kredit karbon dengan tujuan mengimbangi emisi gas rumah kaca mereka secara sukarela. Sebagai contoh, seorang individu dapat membeli kredit karbon untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh mobilnya atau rumahnya.
Pendapatan hasil penjualan kredit karbon biasanya dipakai untuk mendanai proyek-proyek yang mengurangi emisi gas rumah kaca, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa contoh populer adalah program penanaman pohon, reforestasi, efisiensi energi, dan proyek energi terbarukan.
Untuk memverifikasi pengurangan emisi karbon, terdapat standar formal seperti VCS (Voluntary Carbon Standard), yang mengeluarkan sebuah sertifikasi berdasarkan kolaborasi dengan pihak emitor, regulator, ahli lingkungan dan pengembang proyek.

Prospek Harga Karbon 
Menurut prediksi Barclays Capital, salah satu perusahaan investasi terbesar di Inggris, perdagangan karbon bisa menjadi perdagangan terbesar di dunia. Tahun 2007, Barclays sudah melakukan transaksi 30 milyar dollar AS dan dalam sepuluh tahun kemudian mereka menetapkan target 1 triliun dollar AS. [catatan: Barclays dimiliki oleh Rothschild. Masih ingat Rothschild? Baca: Konspirasi Dollar, The Fed, Israel)
Mark Fulton, Kepala Strategic Planning and Climate Change Strategist Deutsche Bank  mengatakan, “Percaya atau tidak, pasar-pasar investasi telah diciptakan dan investasi ini akan tumbuh secara signifikan sampai 20-30 tahun yang akan datang.” Fulton memprediksi hingga tahun 2013 akan terjadi transaksi sebesar 60 milyar euro di Pasar Karbon Eropa. Di sejumlah negara, perdagangan karbon bahkan sudah diatur seperti halnya perdagangan saham.
Al Gore, mantan wakil presidan AS era Clinton, yang kini beralih profesi menjadi aktivis perlindungan iklim, ternyata juga mengais dollar dari bisnis karbon.  Bulan Februari 2008, Al Gore meraih Penghargaan Dan David Foundation dari Israael atas jasanya di bidang lingkungan hidup dan hadiah 1 juta dollar. Menurut Fast Company Magazine, saat Gore meninggalkan jabatan sebagai wapres tahun 2001, kekayaannya hanya 1 juta dollar, dan tahun 2007 dia menyimpan lebih 100 juta dolar.



1 komentar:

FBS Indonesia mengatakan...

Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi
hingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun
profit,bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex fbsasian.com
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL
Indonesia dan banyak lagi yang lainya
Buka akun anda di fbsasian.com
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : fbs2009

.

.
.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...