.
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Cara Kerja Khas Jokowi

Ditengah gencar politisasi Jakarta banjir, tampaknya Jokowi tetap konsisten dengan pola kerjanya blusukan cek ricek lokasi, dengar aspirasi kemudian konfirmasi data setelah dianalisis cermat kemudian diputuskan solusi untuk dijadwalkan eksekusi.

Menghargai Diri Sendiri

Menusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tidak akan pernah merasa puas karena nafsu yang biasanya tidak terkendali. Apabila seseorang punya satu gunung emas, dia akan terus berusaha untuk mendapatkan gunung emas yang kedua, ketiga dan seterusnya. Manusia punya banyak keinginan namun tidak semua bisa terwujud karena berbagai keterbatasan.

Dalam hal penampilan diri sendiri, banyak orang yang merasa kurang puas walaupun orang lain menganggap sudah sempurna. Terutama kaum wanita banyak yang berani mengubah dirinya sendiri secara ekstrim demi mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan seperti diet ketat, operasi plastik, menyuntikkan bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh, minum obat-obatan ilegal, operasi ganti alat kelamin, dan lain sebagainya.

Manusia akan terhindar dari melakukan berbagai perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri jika dia bisa menerima pemberian Tuhan apa adanya serta merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan rasa percaya diri dengan apa yang ada pada diri kita sehingga tidak perlu ingin yang macam-macam lagi :

1. Hidup Hanya Sebentar / Sementara

Manusia hidup kurang lebih sekitar 60 sampai 70 tahun saja di mana pada umur 40 tahun tubuh kita mulai keriput dan reot sehingga apa pun yang kita lakukan secara ekstrim tidak akan banyak memberi manfaat.

2. Banyak Orang Yang Ingin Tubuh Anda

Jangan lupa bahwa masih banyak orang lain yang menginginkan tubuh anda apa adanya kalau mereka bisa bertukar tubuh. Orang yang buta, tuli, bisu, buntung, idiot, polio, luka bakar tingkat tinggi, cacat permanen, sakit parah, orang yang sangat buruk rupa, dan lain sebagainya ingin tukar tubuh dengan anda

3. Pelajari Kemampuan Diri Sendiri

Buat daftar kemampuan fisik apa saja yang anda bisa lakukan sebanyak mungkin, lalu baca dan pahami, kemudian bandingkan dengan orang-orang yang ada pada point nomor 2.

4. Orang Jelek Juga Banyak Untungnya

Website organisasi.org pernah mengulas manfaat yang didapat oleh orang-orang yang punya fisik atau muka yang jelek pada artikel lain. Silahkan cari melalui fasilitas pencarian artikel di sebelah kiri situs web ini. Anda mungkin akan sangat senang dengan apa yang anda miliki saat ini.

5. Pahami Benar-Benar Resiko Mengubah Fisik Instan

Coba pelajari dan pahami lagi efek atau dampak buruk dari operasi plastik, diet super ketat, operasi kelamin, suntik atau minum obat kimia beracun, dan lain-lain. Bacalah berkali-kali karena bisa membuat anda semakin yakin bahwa apa yang ada sekarang adalah yang terbaik.

6. Sehat Adalah Segalanya

Percuma saja orang yang secara fisik kita lihat sangat sempurna, namun di balik itu mengidap penyakit berbahaya yang bisa membuat seseorang tidak bisa menikmati hidup. Jika kita sehat, maka syukurilah karena itu yang terbaik untuk kita semua.

7. Orang Bisa Eksis Tanpa Syarat Fisik Tertentu

Orang yang lebih jelek dari kita pun bisa eksis, sukses, bahagia dan terkenal karena dia percaya diri (pede) dengan apa yang ada, menggali potensi diri, dan berusaha keras untuk menggapai apa yang dicita-citakan dengan penuh semangat.

8. Bertemanlah Dengan Orang Yang Menghargai Fisik

Jangan dekat-dekat dengan orang yang memuja penampilan fisik tetapi fasik (lupa kepada Allah SWT). Biasanya ciri-ciri mereka adalah penampilan yang trendy, pakaian model baru atau yang dianggap keren oleh komunitasnya, make up tebal bagi perempuan yang tidak pede dengan wajahnya sendiri, dan rela buang banyak uang demi dibilang keren sama teman sekomunitas tetapi mungkin bagi orang biasa penampilan seperti itu sangat buruk sekali. Cari teman yang tidak memilih-milih teman dan bisa menghargai orang lain bagaimanapun bentuknya.

Demikian tips menghargai diri sendiri saya sampaikan, kurang lebih mohon maaf dan semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Organisasi.org

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

  1. Kenali rasa ketidaknyamanan Anda: Kita semua memiliki rasa ketidaknyamanan. Bisa muncul karena jerawat di muka anda, selalu menyesali, tidak nyaman pada teman-teman anda. Memberikan nama pada sesuatu hal yang dapat membuat anda merasa tidak berharga, malu atau rendah dapat membantu melawan hal-hal tersebut. Anda bisa menuliskan pikiran anda pada sehelai kertas dan ini dapat membuat perasaan Anda lebih ringan dan bahagia. Ingat tidak ada seorang pun yang sempurna. Orang-orang disebelah Anda mungkin juga memiliki banyak rasa ketidaknyamanan yang sama dengan anda. Jika dengan menuliskan masalah anda tidak cukup membantu, anda bisa membicarakannya dengan teman dekat anda atau seseorang yang anda cintai. Membagi pikiran anda akan menolong meringankan beban yang anda tanggung sendiri.
  2. Kenali kesuksesan anda: Tidak jadi soal seberapa besar perasaan ketidaknyamanan anda, Tuhan telah memberkahi diantara kita dengen suatu bakat tertentu. Temukan sesuatu hal yang anda ahli dan jago di bidang itu dan fokuslah untuk mengembangkannya. Rendah diri adalah pernyataan pikiran yang mendeklarasikan diri anda sebagai Korban. jangan biarkan diri anda menjadi Korban.
  3. Beryukurlah atas apa yang anda miliki : waktu membuktikan akar dari perasaan ketidaknyamanan dan tidak percaya diri adalah perasaan selalu tidak cukup atas kepemilikan sesuatu, apakah itu pengakuan emosional, keberuntungan, uang, dll. Dengan mengakui dan menghargai apa yang kita miliki, anda dapat melawan perasaan tidak utuh dan tidak puas. Menemukan kedamaian dalam diri akan membangkitkan percaya diri anda.
  4. Selalu berpikiran postif : Hindari mendapatkan rasa kasihan dan simpati dari orang lain. jangan pernah membuat orang lain memiliki rasa rendah terhadap anda, mereka bisa merasa sepert itu hanya dengan seijin anda. Jika anda terus menerus benci dan merendahkan diri anda sendiri, orang akan melakukan dan menilai anda seperti itu. Anda harus berbicara positif tentang diri anda,tentang masa depan anda, dan tentang kemajuan anda.Jangan pernah takut menunjukkan kekuatan dan qualitas anda pada orang lain.
  5. Berpakaian rapih : Walaupun pakaian tidak membuat orang lebih berkualitas, tapi dapat mempengaruhi cara berpikir kita terhadap diri kita sendiri. Ketika kita tidak terlihat bagus, maka perasaan anda juga tidak bagus. dan ini dapat merubah cara anda membawa diri anda sendiri dan berinteraksi dengan orang lain. Ini bukan berarti anda harus menyediakan uang yang banyak untuk belanja baju. Daripada membeli banyak pakaian murah, lebih baik membeli beberapa baju dengan kualitas tinggi. Dalam jangka waktu yang lama juga akan menghemat pengeluaran, sebab baju yang lebih bagus dan sedikit lebih mahal akan lebih kuat dibandingkan baju yang jelek dengan harga yang murah.

Pribadi Mempesona

Soekarno
Pada dasarnya secara umum manusia ingin mendapatkan kesuksesan dalam hidup. Namun mengapa banyak orang yang belum mendapatkan kesuksesan, mereka merasa gagal. Pertanyaannya mengapa bisa gagal? Jawabannya adalah kemungkinan terbesar mereka gagal karena tidak tahu bagaimana caranya untuk sukses. Beberapa Cara membentuk pribadi yang mempesona :

Tanda Seorang Penghuni Surga

 Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di masjid dikelilingi para sahabat. Beliau tengah mengajarkan ayat-ayat Qur’an. Tiba-tiba Rasulullah berhenti sejenak dan berkata,”Akan hadir diantara kalian seorang calon penghuni surga”. Para sahabat pun bertanya-tanya dalam hati, siapakah orang istimewa yang dimaksud Rasulullah ini? Dengan antusias mereka menunggu kedatangan orang tersebut. Semua mata memandang ke arah pintu.

Membangun Kesetiaan Abadi Suami Istri

Bagi sebagian orang, setia pada pasangan tidak semudah yang dibayangkan. Hubungan jangka panjang, seperti pernikahan, bahkan membutuhkan banyak komitmen. Dan kepercayaan menjadi kebutuhan paling mendasar untuk mewujudkan sebuah hubungan yang langgeng dan harmonis. 


Menjadi setia sebetulnya bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah prasyarat sebelum akhirnya dua sejoli mengikrarkan janji suci pernikahan. Maka jangan heran, jika gagasan menjadi setia kepada pasangan seumur hidup, membuat sebagian orang takut menikah. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang akan membantu Anda untuk menjadi setia kepada pasangan Anda, seperti dilansir Boldsky.

Gaya Mempengaruhi Orang (Persuasi)



Mengapa Barrack Obama terus-menerus memenangkan pemilihan President AS untuk yang kedua kalinya?

Fakta membuktikan bahwa dalam situasi normal walaupun Amerika menumbuhkan anti-ras tetapi dalam kenyataan warga kulit hitam masih tetap saja nomor 2 di Amerika. Tetapi mengapa Obama, seorang kulit hitam, terus memenangi pemilihan president Amerika berturut-turut selama 2 periode?

Mengapa pidato-pidatonya begitu memukau dan mempesona? Mengapa gerak tangannya sangat mempengaruhi para pendengarnya? Obama begitu dielu-elukan, sangat populer. Bahkan ada yang pingsan histeris di depan Obama saat bertemu dengan dia? Kepopuleran Obama melebihi kandidat-kandidat presiden Amerika sebelumnya. Mengapa?

Jawabannya adalah karena Obama sukses melakukan persuasi kepada pemilih untuk memenangkan Obama jadi presiden.

Persuasi adalah suatu usaha mempengaruhi orang lain supaya menuruti ajakan, kata lain dari persuasi yaitu kampanye atau propaganda, dan termasuk juga istilah rayuan. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sebagai contoh bayi menangis mempengaruhi ibunya supaya bertindak sesuatu. Perbedaan kesuksesan terletak bagaimana mengembangkan bakat persuasif yang terpendam.

Dalam kehidupan social manusia saling berhubungan, berkomunikasi  dan tentunya perlu usaha mempengaruhi pihak lain untuk berbagai keperluan, mulai dari berharap nasehat supaya orang lain menjadi lebih baik, guru mengajar diruang kelas, orang tua membimbing putra-putrinya , pebisnis memasarkan dagangannya sampai kampanye pemilihan umum.

Ada 3 type persuasi yang dipengaruhi oleh kebutuhan, kemampuan dan kapasitas hubungan antara subyek yang mempengaruhi  dengan obyeknya,  yaitu agresif, asertif dan pasif.

1. Agresif
Persuasi agresif yaitu usaha mempengaruhi secara aktif yang terkadang harus memaksa seseorang supaya menuruti ajakan atau perintah. Bentuk dari persuasi ini mulai dari pananaman sugesti, pemberian penjelasan peraturan, pemberian janji penghargaan (reward) bila mengerjakan dan sebaliknya sangsi atau hukuman apabila tidak mengerjakan. Persuasi semacam ini biasa dipergunakan pada birokrasi, sekolah, organisasi yang mengikat dan bisa juga dalam ruang lingkup keluarga.
2. Asertif
Sifat dari persuasi asertif ini seseorang dalam menuruti ajakan sifatnya secara sukarela, contohnya seperti kampanye, iklan produk dagang di TV, ajakan antara teman dan termasuk juga nasehat atau dakwah.  Karena sifatnya sukarela maka dalam melakukan persuasi ini seseorang harus pandai-pandai dalam berkomunikasi. Untuk keperluan ini perlu teori tersendiri dan bilamana perlu disusun manajemen persuasi.
3. Pasif
Anda mungkin pernah memilih sesuatu atau melakukan kegiatan tertentu bukan karena diajak atau diperintah akan tapi karena Anda melihat, berpikir sendiri kemudian tergerak hati melakukan aktifitas atau memilih sesuatu. Contoh seorang bintang menginspirasi penggemarnya, atau Anda ingin punya karier karena mengetahui kesuksesan seseorang. Persuasi semacam ini memerlukan bukti nyata yang memikat hati.  
4. Persuasi Negatif
Ini ide persuasi luar biasa, mempengaruhi orang dengan tindakan atau ajakan sebaliknya, ide ini berawal dari pemikiran bahwa manusia punya kecenderung mengingkari perintah, membantah atau melawan. Karena maksudnya mempengaruhi orang supaya lebih bersemangat, tapi dengan perintah yang bertolak belakang.

Contoh dalam sebuah desa terdapat sebuah jembatan yang hampir rubuh, kemudian secara rahasia seseorang merubuhkan sekalian jembatan itu, maka secara spontan masyarakat segera bergotong royong memperbaiki jembatan. Seorang ibu berharap anaknya rajin belajar, tindakan ibu menghubungi gurunya supaya anaknya diberi beberapa nilai merah.
Penggunaan gaya persuasi disesuaikan dengan kapasitas, kondisi, situasi dan kemampuan pengajak, gaya persuasi tertentu akan lebih efektif dalam kondisi tertentu.

Selamat mencoba.

Jangan ....., Tapi .......

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

13. Jangan menunggu untuk diberi, tetapi memberilah maka kamu akan diberi

14. Jangan menunggu dihargai, tetapi hargailah orang lain maka kamu pasti akan dihargai

15. Jangan menunggu dihormati orang lain, tetapi hormatilah orang lain maka kamu akan dihormati

Dan... Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan hal ini kepada semua orang yang anda kenal... 

Sumber: http://mastermotivasi.weebly.com

Menjaga Perasaan Teman

Seorang presiden Afrika diundang makan malam ke rumah presiden Prancis, Charles de Gaulle. Diakhir jamuan para pelayan membawakan mangkuk kecil berisi air hangat untuk setiap tamu. Mangkuk itu adalah mangkuk cuci tangan untuk membersihkan tangan mereka. Namun tamu dari Afrika tidak mengetahui hal ini karena di Afrika tidak ada kebiasaan seperti itu. Ia mengira mangkuk kecil itu berisi minuman. Maka Ia pun meminum habis isi mangkuk itu.

Di meja itu beberapa orang tersenyum. Mereka sangat terhibur dengan kesalahan konyol ini. Tapi de Gaulle, dengan nada berwibawa mengangkat mangkuknya dan berkata, "Tuan-tuan mari bersulang!" Kemudian ia meminum air yang ada di mangkuk cuci tangannya dan orang-orang yang tadi mengolok-olok segera mengikutinya. Berkat tindakan de Gaulle, tamu dari Afrika itu tidak "kehilangan muka". De Gaulle baru saja memberi pelajaran berharga mengenai menjaga perasaan.

Ya, menjaga perasaan adalah sebuah perbuatan mulia yang patut dimiliki oleh siapa pun khususnya oleh para pemimpin. Sayangnya masih banyak kejadian-kejadian yang justru menunjukan hal yang sebaliknya. Demi terlihat hebat, tidak sungkan-sungkan sang pemimpin mempermalukan bawahannya di depan umum. Beberapa waktu yang lalu saya pernah melihat sebuah kejadian menarik di televisi, yaitu ketika seorang pemimpin yang sedang pidato menegur tamunya karena tertidur saat Ia sedang berbicara. Tentu saja ia nampak hebat karena tegas dan berwibawa. Tapi saya jamin, bagi orang yang ditegur adalah kejadian memalukan yang tak akan terlupakan sepanjang hidupnya. Kalau saja tujuannya adalah untuk mendisiplinkan bawahannya, bukankah Ia bisa menegurnya langsung tidak dihadapan banyak orang termasuk penonton televisi?

Dalam lingkup dunia kerja, prinsip menjaga perasaan ini penting sekali untuk dilakukan. Ini semata bukan hanya untuk kepentingan subjektif, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan kita pada Tuhan melalui mahkluk ciptaan-Nya. Mereka semua adalah kesayangan Tuhan yang harus dijaga perasaannya. Mereka bisa berperan sebagai apa saja. Bisa sebagai atasan, bawahan, nasabah, mitra kerja, pelanggan, bahkan pesaing. Pada dasarnya, orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita adalah “tamu” utusan Tuhan yang harus di layani dengan baik dan dijaga perasaannya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa di kehidupan ini berlaku Hukum Sebab Akibat. Hukum ini menyatakan bahwa setiap akibat pasti ada sebabnya, dan setiap sebab pasti mempunyai akibat. Segala sesuatu yang merupakan "sebab" sebenarnya adalah "akibat" dari sesuatu yang ada sebelumnya. Dan "akibat" tersebut menjadi "sebab" dari sesuatu yang lain. Tidak mungkin memulai rangkaian peristiwa yang "baru". Semua agama dan filsafat berbicara tentang Hukum Sebab Akibat dengan bahasa yang berbeda-beda. Pada prinsipnya hukum ini mangungkapkan bahwa, Jika Anda menanam pohon kebaikan, kelak akan memetik buah kebaikan. Jika Anda menanam pohon keburukan, kelak Anda pun akan memetik buah keburukan. Itu berarti, jika kita menjaga perasaan orang lain, maka perasaan kita pun juga akan dijaga Tuhan.

Pembaca yang baik, Mari kita selalu berusaha menjaga perasaan siapa pun, bukan semata karena mengetahui ada keuntungan dari Hukum Sebab Akibat seperti yang sepintas kita bahas di atas, melainkan karena bentuk penghambaan kita pada Yang Maha Kuasa dan juga sebagai keberpihakkan kita pada sisi jiwa kita yang baik, yang diliputi cahaya cinta kasih. Rawat dan jagalah perasaan mereka dengan ketulusan tanpa batas.

Sigit Risat
Motivator and Career Coach JobsDB.com
 

Cinta itu Bukan Mainan

Suatu ketika, saya sedang berjalan-jalan dengan teman-teman di sebuah mall. Yah, hanya sekedar melepas penat saja, tidak berbelanja banyak, hanya sekedar makan dan cuci mata saja. Di tempat tersebut, saya melihat banyak remaja pria dan wanita, dengan kisaran usia 12 hingga 15 tahun yang duduk-duduk di sekitaran mall tersebut. Darimana saya tahu? Tubuh remaja itu terlihat sekali lho, selain ada yang kecil, juga ada yang belum terbentuk sempurna. Yang membuat miris adalah mereka tidak hanya sekedar duduk saja, namun mereka sudah dalam kategori bermesraan. Bahkan mengalahkan orang yang sudah dewasa seperti kami-kami yang melihatnya.

Memang adalah wajar bagi semua orang jika menginginkan menjalin hubungan percintaan. Apalagi jika memasuki masa remaja, hormon seksual baik primer maupun sekunder berada dalam level yang tinggi karena proses pematangan organ seksual. Oleh karena itulah perasaan cinta mulai meruak dan menggelegak dalam diri remaja. Saya dan teman-teman pun pernah merasakan hal tersebut. Hal ini sering disebut sebagai cinta monyet, rasa cinta yang berdasarkan rasa suka saja, bukan disebabkan kasih sayang yang mendalam dan dimatangkan oleh logika yang benar. Pada saat seperti ini, jatuh cinta rasanya sejuta indahnya. Bahkan bisa sampai tidak bisa tidur.
Namun sayangnya cinta monyet ini hanya berorientasi jangka pendek. Cinta monyet hanyalah cinta untuk bersenang-senang. Jika susah, ya lu tanggung aja sendiri, gw sih ogah! Begitu kata mereka. Cinta yang sebenarnya adalah cinta yang dilandasi kasih sayang yang tulus dengan orientasi membina hubungan jangka panjang dengan menerima kelebihan dan kekurangan pasangan serta ada disaat suka maupun duka. Oleh karena itu, kami iangatkan kepada adik-adik yang masih remaja, bahwa cinta itu bukan mainan lho. Cinta itu adalah suatu perkara yang unik dan amat rapuh. Jika cinta ini dibuat main-main, maka pasti akan menimbulkan rasa sakit yang terus terulang dan terulang sepanjang waktu. Seperti yang kami ingatkan sebelumnya, bahwa cinta itu berkaitan dengan tanggung jawab.

Jadi, untuk adik-adik yang ingin menjalin hubungan cinta, coba pikirkan lagi. Apakah adik-adik benar mencintai seseorang untuk tujuan jangka panjang membina hubungan bersama hingga akhir hayat atau hanya untuk bersenang-senang saja? Cobalah untuk meminta saran dan nasehat dari rekan-rekan adik-adik atau dari orang yang bisa adik-adik percayai nasehatnya. Pikirkan masa depan, menjalin cinta memang menarik dan menyenangkan, tapi apakah siap menerima kemungkinan resiko yang buruk? Apalagi gaya pacaran anak muda sekarang sangat berbahaya dan beresiko jika dilihat dari kacamata kami. Jangan biarkan masa depan adik-adik menjadi suram dan terbelokkan oleh kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Lebih baik adik-adik sekalian fokus kepada apa yang menjadi cita-cita kalian. Nanti, jika kalian sudah mencapai cita-cita, cinta itu akan datang dengan sendirinya. Dan kali ini adalah cinta sejati, menemani kalian hingga mati. Selamat berpikir! (iwan)
Copas dari: http://ridwanaz.com

20 Ciri Orang Kreatif

Mitchell Ditkoff, Direktur dari Idea Champions, mengetengahkan tentang kualitas dari seorang inovator, dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

1. Challenges status quo; 

Tidak merasa cepat puas dengan keadaan yang ada dan selalu mempertanyakan otoritas dan rutinitas serta mengkonfrontasikan asumsi-asumsi yang ada. 

 

2. Curious 

Senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginvestigasi kemungkinan-kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awe) 

 

3. Self-motivated; 

Tanggap terhadap kebutuhan dari dalam (inner needs) senantiasa secara proaktif memprakarsai proyek-proyek baru, menghargai setiap usaha. 

 

4. Visionary; 

Memiliki imaginasi yang tinggi dan memiliki pandangan yang jauh ke depan. 

 

5. Entertains the Fantastic

Memunculkan ide-ide “gila”, memandang sesuatu yang tidak mungkin menjadi sebuah kemungkinan, memimpikan dan menghayalkan sesuatu yang besar-besar. 

 

6. Takes Risks

Melampaui wilayah yang dianggap menyenangkan, berani mencoba dan menanggung kegagalan. 

 

7. Peripatetic

Merubah lingkungan kerja sesuai yang dibutuhkan, senang melakukan perjalanan (travelling) untuk memperoleh inspirasi atau pemikiran segar. 

 

8. Playful/ Humorous

Memliki ketertarikan terhadap hal-hal yang aneh dan mengagumkan, berani tampil beda, bertindak nekad, serta mudah dan sering tertawa layaknya seorang anak kecil. 

 

9. Self-accepting; 

Mampu mempertahankan ide-idenya dan menganggap “kesempurnaan sebagai musuh kebaikan”, tidak terikat dengan apa-apa yang diipandang baik menurut orang lain.

 

10. Flexible/adaptive 

Terbuka bagi setiap perubahan, mampu melakukan penyesuaian terhadap rencana-rencana yang telah dibuat, menyajikan berbagai solusi dan gagasan

 

11. Makes New Connections

Mampu melihat hubungan-hubungan diantara unsur-unsur yang terputus, mensintesakan dan mengkombinasikannya.

 

12. Reflective

Menginkubasi setiap masalah dan tantangan, mencari dan merenungkan berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

 

13. Recognizes (and re-cognizes) Patterns 

Perseptif terhadap sesuatu dan dapat membedakannnya, dapat melihat kecenderungan dan prinsip serta mampu mengorganisasikannnya, dapat melihat ”the Big Picture.”

 

14. Tolerates Ambiguity 

Merasa nyaman dalam situasi kacau (chaos), dapat menyajikan situasi paradoks, tidak tergesa-gesa membenarkan terhadap suatu ide yang muncul.

 

15. Committed to Learning 

Berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala in put, menyeimbangkan setiap informasi yang terkumpul dan menyelaraskan setiap tindakan.

 

16. Balances Intuition and Analysis 

Memilih dan memilah diantara pemikiran divergen dan pemikiran konvergen, memiliki intuisi tertentu sebelum melakukan analisis, meyakini apa yang sudah dianalisis dan menggunakannya secara hati-hati dengan menggunakan akal.

 

17. Situationally Collaborative

Berusaha menyeimbangkan pemikiran dari setiap individu, membuka pelatihan dan mencari dukungan organisasi.

 

18. Formally Articulate 

Mengkomunikasikan setiap gagasan secara efektif, menterjemahkan konsep abstrak ke dalam bahasa penuh arti, menciptakan prototype atau model yang dianggap paling mudah

 

19. Resilient 

Merefleksi hal-hal dianggap mengecewakan atau yang tidak dinginkan, belajar dengan cepat dari umpan balik, berkemauan untuk mencoba dan terus mencoba lagi

 

20. Persevering

Bekerja keras dan tekun, memperjuangkan gagasan-gagasan baru dengan gigih, memiliki komitmen terhadap hasil-hasil yang telah digariskan.

Sumber:
http://thinksmart.com/articles/qualities.html

Phobia Paling Aneh


Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan. 

Sebagian orang memiliki rasa takut berlebihan terhadap dunia yang kita tinggali. Terkadang, rasa takut itu terkesan tidak masuk akal bagi orang lainnya. Misalnya saja, takut terbang, takut akan ruang sempit, atau takut terhadap laba-laba. Selama ini, kita telah kenal beberapa jenis fobia yang umum di masyarakat. Namun, jenis fobia berikut ini mungkin tidak pernah terlintas di benak Anda tapi benar-benar ada.

1. Ablutophobia
Rasa takut untuk mandi, mencuci, atau membersihkan badan. Banyak ditemukan pada anak-anak dan kaum wanita dibandingkan pria.

2. Alektorophobia
Rasa takut berlebihan terhadap ayam. Bahkan ada sebagian orang yang sudah dilanda gelombang ketakutan saat melihat bulu atau telur ayam. Sementara untuk sebagian orang, rasa takutnya itu hanya sebatas menyentuh daging ayam yang belum dimasak. 


3. Bromidrosiphobia
Jarang sekali ada orang yang berpikir bahwa ia memiliki bau badan. Namun, orang-orang yang mengalami bromidrosiphobia selalu dihantui rasa takut berlebihan bahwa badannya mengeluarkan aroma yang sangat bau, sehingga bisa membuat orang lain pergi. 

4. Caligynephobia
Rasa takut berlebihan terhadap wanita yang cantik. Hal ini bisa dialami baik oleh wanita maupun pria. Rasa takut ini kemungkinan muncul akibat pengalaman buruk dengan wanita cantik.

5. Somniphobia
Orang-orang yang mengalami kondisi ini merasa takut untuk pergi tidur, karena mereka juga takut tidak akan bisa terbangun lagi atau akan bermimpi buruk. Kebanyakan penderita fobia ini akan minum minuman atau pil mengandung kafein, sehingga bisa tetap terjaga. Sayang sekali, padahal tidur sangat penting bagi kesehatan dan jiwa, ya.

6. Dendrophobia
Rasa takut terhadap pohon dan hutan. Penderitanya akan merasa takut untuk memasuki area hutan atau semak-semak berdaun lebat. Mereka mungkin percaya bahwa pohon akan bisa melukai mereka. Apalagi ditambah dengan kegelapan di dalam hutan dan desiran angin yang bisa membuat mereka semakin takut dan dilumpuhkan rasa takut.


7. Heliophobia 
Rasa takut terhadap matahari dan sinarnya. Para penderitanya akan memilih untuk selalu berada di dalam ruangan dan menutup semua jendela atau celah-celah yang bisa diterobos oleh sinar matahari. Tak jarang, para penderita fobia ini sering diberi julukan "vampir" karena takut terhadap sinar matahari langsung. 

8. Ichthyophobia
Rasa takut terhadap ikan, entah dalam kondisi hidup ataupun mati, baik yang ada di laut maupun di atas piring makan. Kemungkinan besar, tampilan ikan dengan matanya yang besar dan badannya yang berlendir itu merupakan pemicu timbulnya fobia aneh ini. Sementara untuk fobia terhadap ikan hiu, telah ada istilah spesifiknya, yaitu galeophobia. Fobia ikan hiu ini banyak dipicu oleh banyaknya tampilan seputar ikan hiu dan tragedi yang bisa disebabkan ikan ini, yang banyak terdapat di televisi maupun film. 

9. Mageirocophobia 
Rasa ketakutan berlebihan terhadap aktivitas memasak. Terkadang, fobia ini diasosiasikan dengan tindakan memasak untuk orang lain atau kelompok yang besar. Namun, pada beberapa kasus ekstrem ditemukan, penderitanya bahkan tidak bisa memasak makanan yang sederhana seperti roti panggang atau telur goreng!

10. Nomophobia
Fobia yang satu ini relatif baru dan berkaitan dengan tren. Nomophobia adalah fobia yang muncul ketika tidak bisa mengakses kontak yang terdapat di ponsel, baik karena ponselnya hilang, habis baterai, atau kehilangan jangkauan sinyal.

Tentu saja, “penyakit” ini hanya dimiliki oleh orang-orang modern. Orang-orang yang tidak mau lepas dari gadget yang saling menghubungkan mereka satu sama lain. Memang, modernitas seperti dibilang sosiolog Zygmunt Baumant berjalan secara ambigu. Di satu sisi menyuguhkan kemudahan yang tidak diperoleh orang-orang di zaman sebelumnya (katakanlah dua dekade silam). Di sisi lain, modernitas juga menyuguhkan aneka risiko. Salah satunya adalah alienasi manusia pada dirinya sendiri. Orang menjadi terasing dengan dirinya. Dan, nomophobia adalah contoh konkretnya.

Bagaimana bisa seorang merasakan takut tidak bisa terhubung dengan orang lain lantaran ponselnya ketinggalan? Menariknya, hal ini tidak terjadi di era sebelum ponsel berada. Dulu, orang hidup sendiri dalam arti tidak terhubung dengan orang, juga bukan sebuah masalah. Sekarang, tidak kontak dengan orang lain, entah telepon, BBM, WhatsApp, chatting, dan sebagainya, hidup terasa kurang. Persis di sinilah proses alienasi teknologi terjadi. Padahal eksistensi kemanusiaan orang itu sama sekali tidak tergantung pada ada dan tidaknya ponsel tersebut.

Menurut data SecurEnvoy yang melakukan survei atas 1.000 responden di UK menemukan 66 persen responden takut dirinya ketinggalan maupun kehilangan telepon selulernya. LA Times juga melaporkan hal senada yang mana pada tahun lalu, ada 53 persen responden menyatakan khawatir ponsel mereka ketinggalan.

Perempuan, menurut kajian di atas, menjadi pihak yang merasa paling menderita dari nomophobia ini. Survei teranyar menemukan 70 persen perempuan takut kehilangan ponsel mereka. Hanya 61 persen laki-laki mengatakan mereka terjangkiti nomophobia.



Macam-macam Jenis Phobia:
Achluophobia – Takut akan gelap/kegelapan.
Acousticophobia – Takut akan suara.
Acrophobia – Takut akan ketinggian.
Aerophobia – Takut meneguk, menelan udara,atau material beracun yang ada di udara.
Aeroacrophobia – Takut akan tempat tinggi yang terbuka.
Aeronausiphobia – Takut akan muntah atau mabuk udara.
Agateophobia – Takut akan kegilaan.
Agliophobia – Takut akan rasa sakit.
Agoraphobia – Takut pada tempat terbuka, takut di kerumunan orang, tempat umum seperti pasar. Takut untuk meninggalkan tempat yang aman.
Agraphobia – Takut akan pelecehan seksual.
Agrizoophobia – Takut aklan binatang liar.
Agyrophobia – Takut pada jalan atau menyebrang jalan.
Aichmophobia – Takut pada jarum atau benda benda yang mempunyai ujung.
Ailurophobia – Takut pada kucing.
Albuminurophobia – Takut akan penyakit ginjal.
Alektorophobia – Takut pada ayam.
Algophobia – Takut pada rasa sakit.
Alliumphobia – Takut pada bawang putih.
Allodoxaphobia – Takut akan pendapat orang.
Altophobia – Takut akan ketinggian.
Amathophobia – Takut akan debu.
Amaxophobia – Takut mengendarai mobil.
Ambulophobia – Takut berjalan.
Amnesiphobia – Takut amnesia.
Amychophobia – Takut pada goresan atau takut tergores.
Anablephobia – Takut melihat ke atas.
Ancraophobia – Takut pada angin. (Anemophobia)
Androphobia – Takut pada laki-laki.
Anemophobia – Takut pada angin.(Ancraophobia)
Anginophobia – Takut radang tenggorokan, tersedak.
Anglophobia – Takut pada negara dan kebudayaan inggris, dll.
Angrophobia – Takut pada kemarahan atau takut marah.
Ankylophobia – Takut sikap tak bergerak suatu sambungan.
Anthrophobia or Anthophobia – Takut pada bunga.
Anthropophobia – Takut pada orang atau masyarakat.
Antlophobia – Takut akan banjir.
Anuptaphobia – Takut hidup sendiri.
Apeirophobia – Takut akan sesuatu yang tak berakhir.
Aphenphosmphobia – Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia – Takut pada lebah.
Apotemnophobia – Takut kepada orang yang diamputasi.
Arachibutyrophobia – Takut pada selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut.
Arachnephobia or Arachnophobia – Takut pada laba-laba.
Arithmophobia – Takut pada angka.
Arrhenphobia – Takut pada laki-laki.
Arsonphobia – Takut pada api.
Asthenophobia – Takut pingsan dan takut lemah.
Astraphobia or Astrapophobia – Takut pada guntur dan kilat.(Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia – Takut pada bintang-bintang atau hal yang berhubungan dengan angkasa.
Asymmetriphobia – Takut pada benda-benda asimetris.
Ataxiophobia – Takut akan ataxia. (diskoordinasi otot)
Ataxophobia – Takut akan ketidakteraturan atau ketidakrapihan.
Atelophobia – Takut akan ketidaksempurnaan.
Atephobia – Takut akan runtuh atau reruntuhan.
Athazagoraphobia – Takut dilupakan atau diabaikan atau terlupakan.
Atomosophobia – Takut akan ledakan atom.
Atychiphobia – Takut akan kegagalan.
Aulophobia – Takut akan seruling.
Aurophobia – Takut pada emas.
Auroraphobia – Takut akan cahaya di utara.
Autodysomophobia – Takut pada orang yang berbau tidak sedap.
Automatonophobia – Takut pada boneka yang berbicara melalui suara perut , makhluk-makhluk animasi, patung lilin – segala sesuatu yang secara memberikan sensasi hidup
Automysophobia – Takut kotor.
Autophobia – Takut ditinggal sendiri atau menyendiri.
Aviophobia or Aviatophobia – Takut terbang.
Bacillophobia – Takut pada mikroba.
Bacteriophobia – Takut pada bacteria.
Ballistophobia – Takut pada peluru dan peluru kendali.
Bolshephobia – Takut pada Bolsheviks.
Barophobia – Takut pada gravitasi.
Basophobia or Basiphobia – ketidakmampuan untuk berdiri. Takut untuk berjalan atau jatuh.
Bathmophobia – Takut akan tangga atau tempat sempit.
Bathophobia – Takut kedalaman.
Batophobia – Takut ketinggian atau dekat dengan bangunan tinggi.
Batrachophobia – Takut pada binatang amphibi, seperti katak, kadal air, salamander, dll.
Belonephobia – Takut pada peniti dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia – Takut pada buku.
Blennophobia – Takut pada lumpur/kotoran.
Bogyphobia – Takut pada bogey atau bogeyman.
Botanophobia – Takut pada tanaman.
Bromidrosiphobia or Bromidrophobia – Takut pada bau badan.
Brontophobia – Takut pada guntur dan petir.
Bufonophobia – Takut pada kodok.
Cacophobia – Takut akan keburukan.
Cainophobia or Cainotophobia – Takut pada hal yang baru, kesenangan baru.
Caligynephobia – Takut pada wanita cantik.
Cancerophobia or Carcinophobia – Takut kanker.
Cardiophobia – Takut pada hati/jantung.
Carnophobia – Takut pada daging.
Catagelophobia – Takut ditertawakan.
Catapedaphobia – Takut melompat dari tempat tinggi dan tempat rendah.
Cathisophobia – Takut untuk duduk.
Catoptrophobia – Takut akan cermin.
Cenophobia or Centophobia – Takut pada hal atau ide baru.
Ceraunophobia or Keraunophobia – Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Chaetophobia – Takut pada rambut.
Cheimaphobia or Cheimatophobia – Takut pada hawa dingin.(Frigophobia, Psychophobia)
Chemophobia – Takut pada bahan kimia atau bekerja dengan bahan kimia.
Cherophobia – Takut pada keriangan/kegembiraan.
Chionophobia – Takut pada salju.
Chiraptophobia – Takut disentuh.
Chirophobia – Takut pada tangan.
Cholerophobia – Takut marah atau takut pada kolera.
Chorophobia – Takut menari.
Chrometophobia or Chrematophobia – Takut pada uang.
Chromophobia or Chromatophobia – Takut pada warna.
Chronophobia – Takut pada waktu.
Chronomentrophobia – Takut pada jam.
Cibophobia – Takut pada makanan.(Sitophobia, Sitiophobia)
Claustrophobia – Takut pada ruang terbatas.
Cleithrophobia or Cleisiophobia – Takut terkunci di tempat tertutup.
Cleptophobia – Takut kecurian.
Climacophobia – Takut pada tangga, mamanjat, atau takut jatuh dari tangga.
Clinophobia – Takut untuk tidur.
Clithrophobia or Cleithrophobia – Takut untuk disertakan.
Cnidophobia – Takut pada sengatan.
Cometophobia – Takut pada komet.
Coimetrophobia – Takut pada kuburan.
Coitophobia – Takut unutk bersetubuh.
Contreltophobia – Takut akan pelecehan seksual.
Coprastasophobia – Takut akan sembelit.
Coprophobia – Takut pada kotoran/tinja.
Consecotaleophobia – Takut pada sumpit.
Coulrophobia – Takut pada badut.
Counterphobia – Preferensi para phobia untuk situasi yang menakutkan.
Cremnophobia – Takut pada situasi berbahaya.
Cryophobia – Takut pada dingin yang ekstrim, es atau beku.
Crystallophobia – Takut pada kristal atau kaca.
Cyberphobia – Takut pada komputer atau bekerja menggunakan komputer.
Cyclophobia – Takut pada sepeda roda dua.
Cymophobia or Kymophobia – Takut pada ombak atau gerkan menyerupai ombak.
Cynophobia – Takut apada anjing atau rabies.
Cypridophobia or Cypriphobia or Cyprianophobia or Cyprinophobia – Takut pada wanita tuna susila or penularan penyakit melalui hubungan intim.
Decidophobia – Takut untuk mengambil keputusan.
Defecaloesiophobia – Takut akan pergerakan isi perut yang menyakitkan.
Deipnophobia – Takut akan makan malam dan obrolan pada saat makan malam.
Dementophobia – Takut akan kegilaan.
Demonophobia or Daemonophobia – Takut pada iblis.
Demophobia – Takut pada kerumunan orang. (Agoraphobia)
Dendrophobia – Takut pada pohon.
Dentophobia – Takut pada doktor gigi.
Dermatophobia – Takut pada luka kulit.
Dermatosiophobia or Dermatophobia or Dermatopathophobia – Takut pada penyakit kulit.
Dextrophobia – Takut pada benda yang ada di sebelah kanan badan.
Diabetophobia – Takut pada diabetes.
Didaskaleinophobia – Takut pergi ke sekolah.
Dikephobia – Takut akan keadilan.
Dinophobia – Takut akan kepeningan/kepusingan atau whirlpool.
Diplophobia – Takut akan penglihatan ganda.
Dipsophobia – Takut pada minuman.
Dishabiliophobia – Takut membuka baju didepan seseorang.
Domatophobia – Takut pada rumah atau berada di dalam rumah.(Eicophobia, Oikophobia)
Doraphobia – Takut pada bulu, atau bulu binatang.
Doxophobia – Takut mengemukakan pendapat atau menerima pujian.
Dromophobia – Takut menyebrang jalan.
Dutchphobia – Takut pada orang belanda.
Dysmorphophobia – Takut pada kelainan bentuk/bentuk yang cacat.
Dystychiphobia – Takut pada kecelakaan.
Ecclesiophobia – Takut pada gereja.
Ecophobia – Takut pada kampung halaman/rumah sendiri.
Eicophobia – Takut pada lingkungan sekitar rumah.(Domatophobia, Oikophobia)
Eisoptrophobia – Takut pada cermin atau melihat diri sendiri pada cermin.
Electrophobia – Takut pada listrik.
Eleutherophobia – Takut akan kebebasan.
Elurophobia – Takut pada kucing. (Ailurophobia)
Emetophobia – Takut muntah/ muntahan.
Enetophobia – Takut pada peniti.
Enochlophobia – Takut pada kerumunan orang.
Enosiophobia or Enissophobia – Takut mengalami dosa tak termaafkana atau takut kecaman.
Entomophobia – Takut pada serangga.
Eosophobia – Takut pada senja atau subuh.
Ephebiphobia – Takut pada anak muda.
Epistaxiophobia – Takut pada hidung berdarah.
Epistemophobia – Talut pada ilmu pengetahuan.
Equinophobia – Takut pada kuda.
Eremophobia – Takut sendirian atau ditinggal sendirian.
Ereuthrophobia – Takut muka memerah.
Ergasiophobia – 1) Takut pada pekerjaan. 2) ahli bedah : Takut untuk mengoperasi.
Ergophobia – Takut unutk bekerja.
Erotophobia – Takut pada cinta seksual atau pertanyaan seksual.
Euphobia – Takut mendengarkan kabar baik.
Eurotophobia – Takut pada alat kelamin wanita.
Erythrophobia or Erytophobia or Ereuthophobia – 1) Takut pada lampu merah. 2) memerah. 3) warna merah.
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia – Takut akan demam.
Felinophobia – Takut pada kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia – Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia – Takut dingin atau benda-benda yang dingin.(Cheimaphobia, Cheimatophobia, Psychrophobia)
Galeophobia or Gatophobia – Takut pada Kucing.
Gallophobia or Galiophobia – Takut pada negara dan kebudayaan perancis. (Francophobia)
Gamophobia – Takut akan pernikahan.
Geliophobia – Takut tertawa.
Geniophobia – Takut pada dagu.
Genophobia – Takut pada sex.
Genuphobia – Takut pada lutut.
Gephyrophobia or Gephydrophobia or Gephysrophobia – Takut melewati jembatan.
Germanophobia – Takut pada bangsa dan kebudayaan jerman.
Gerascophobia – Takut menjadi tua.
Gerontophobia – Takut pada orang tua/lanjut usia dan takut menjadi tua.
Geumaphobia or Geumophobia – Takut pada cita rasa/selera.
Glossophobia – Takut berbicara di depan umum, atau takut mencoba untuk berbicara.
Gnosiophobia – Takut pada ilmu pengetahuan.
Graphophobia – Takut unutk menulis atau takut pada tulisan tangan.
Gymnophobia – Takut pada kedaan telanjang.
Gynephobia or Gynophobia – Takut pada wanita.
Hadephobia – Takut neraka.
Hagiophobia – Takut pada orang suci dan segala sesuatu yang suci.
Hamartophobia – Takut berbuat dosa.
Haphephobia or Haptephobia – Takut disentuh.
Harpaxophobia – Takut dirampok.
Hedonophobia – Takut melakukan/mendapat kesenangan.
Heliophobia – Takut pada matahari.
Hellenologophobia – Takut pada istilah-istilah yunani atau terminologi ilmu pengetahuan yang kompleks.
Helminthophobia – Takut dikerubuti oleh cacing.
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia – Takut pada darah.
Heresyphobia or Hereiophobia – Takut akan tantangan pada ajaran resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia – Takut pada reptil atau binatang merayap yang mengerikan.
Heterophobia – Takut pada lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia – Takut pada nomor 666.
Hierophobia – Takut pada pendeta atau hal-hal keramat.
Hippophobia – Takut pada kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia – Takut pada kata-kata panjang.
Hobophobia – Takut pada gelandangan dan pengemis.
Hodophobia – Takut untuk melakukan perjalanan darat.
Hormephobia – Takut pada goncangan/getaran.
Homichlophobia – Takut pada kabut.
Homilophobia – Takut pada khotbah/nasehat.
Hominophobia – Takut pada laki-laki.
Homophobia – Takut pada kesamaan, monotony atau homoseksual atau menjadi homoseks.
Hoplophobia – Takut pada senjata api.
Hydrargyophobia – Takut pada obat-obatan yang mengandung merkuri.
Hydrophobia – Takut pada air atau rabies.
Hydrophobophobia – Takut pada rabies.
Hyelophobia or Hyalophobia – Takut pada kaca.
Hygrophobia – Takut pada benda cair, kelembabpan.
Hylephobia – Takut akan materialisme atau takut akan epilepsi
Hylophobia – Takut pada hutan.
Hypengyophobia or Hypegiaphobia – Takut untuk melakukan tanggung jawab.
Hypnophobia – Takut untuk tidur atau Takut dihipnotis.
Hypsiphobia – Takut pada ketinggian.
Iatrophobia – Takut pergi ke doktor atau takut pada doktor.
Ichthyophobia – Takut pada ikan.
Ideophobia – Takut pada ide-ide.
Illyngophobia – Takut vertigo atau merasa pusing jika melihat ke bawah.
Iophobia – Takut pada racun.
Insectophobia – Takut pada serangga.
Isolophobia – Takut diasingkan, atau sendirian.
Isopterophobia – Takut pada rayap, serangga yang memakan kayu.
Ithyphallophobia – Takut untuk melihat, memikirkan atau mengalami ereksi.
Japanophobia – Takut pada orang jepang.
Judeophobia – Takut pada orang yahudi.
Kainolophobia or Kainophobia – Takut akan sesuatu yang baru,ide baru.
Kakorrhaphiophobia – Takut akan kegagalan atau dikalahkan.
Katagelophobia – Takut ditertawakan.
Kathisophobia – Takut untuk duduk.
Kenophobia – Takut pada kekosongan atau tempat yang kosong.
Keraunophobia or Ceraunophobia – Takut pada guntur dan petir.(Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia or Kinesophobia – Takut pada gerakan.
Kleptophobia – Takut kecurian/mencuri.
Koinoniphobia – Takut pada ruangan.
Kolpophobia – Takut pada alat kelamin, khusunya alat kelamin wanita.
Kopophobia – Takut kelelahan/kepenatan.
Koniophobia – Takut pada debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia – Takut pada fenomena luar angkasa.
Kymophobia – Takut pada ombak.gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia – Takut rabies.
Kyphophobia – Takut unutk berhenti.
Lachanophobia – Takut pada sayuran.
Laliophobia or Lalophobia – Takut untuk berbicara.
Leprophobia or Lepraphobia – Takut pada penyakit kusta.
Leukophobia – Takut pada warna putih.
Levophobia – Takut pada sesuatu di sebelah kiri tubuh.
Ligyrophobia – Takut pada suara keras/kencang.
Lilapsophobia-Takut pada topan dan angin puyuh.
Limnophobia – Takut pada danau.
Linonophobia – Takut pada tali.
Liticaphobia – Takut pada tuntutan hukum.
Lockiophobia – Takut pada kelahiran anak.
Logizomechanophobia – Takut pada komputer.
Logophobia – Takut pada kata-kata.
Luiphobia – Takut pada shipilis.
Lutraphobia – Takut pada berang-berang.
Lygophobia – Takut pada kegelapan/takut gelap.
Lyssophobia – Takut pada rabies atau menjadi gila.
Macrophobia – Takut akan menunggu lama.
Mageirocophobia – Takut untuk memasak.
Maieusiophobia – Takut pada kelahiran anak.
Malaxophobia – Takut pada permainan cinta. (Sarmassophobia)
Maniaphobia – Takut pada kegilaan.
Mastigophobia – Takut pada hukuman.
Mechanophobia – Takut pada mesin.
Medomalacuphobia – Takut kehilangan ereksi.
Medorthophobia – Takut pada ereksi penis.
Megalophobia – Takut pada benda-benda yang besar.
Melissophobia – Takut pada lebah.
Melanophobia – Takut pada warna hitam.
Melophobia – Takut atau benci musik.
Meningitophobia – Takut pada penyakit otak.
Menophobia – Takut pada mentruasi.
Merinthophobia – Takut terikat atau diikat.
Metallophobia – Takut pada logam.
Metathesiophobia – Takut pada perubahan.
Meteorophobia – Takut pada meteor.
Methyphobia – Takut pada alkohol.
Metrophobia – Takut atau benci pada puisi.
Microbiophobia – Takut pada mikroba. (Bacillophobia)
Microphobia – Takut pada benda-benda kecil.
Misophobia or Mysophobia – Takut terkontaminasi kotoran atau kuman.
Mnemophobia – Takut pada kenangan.
Molysmophobia or Molysomophobia – tajut pada kotoran atau kontaminasi.
Monophobia – Takut pada pengasingan atau diasingkan.
Monopathophobia – Takut pada penyakit tertentu/nyata.
Motorphobia – Takut pada kendaraan bermotor.
Mottephobia – Takut pada ngengat.
Musophobia or Muriphobia – Takut pada tikus.
Mycophobia – Takut atau keseganan pada jamur.
Mycrophobia – Takut akan benda-benda yang kecil.
Myctophobia – Takut gelap/kegelapan.
Myrmecophobia – Takut pada semut.
Mythophobia – Takut pada mitos atau cerita atau pernyataan salah.
Myxophobia – Takut pada kotoran. (Blennophobia)
Nebulaphobia – Takut pada anjing. (Homichlophobia)
Necrophobia – Takut mati atau benda/sesuatu yang mati.
Nelophobia – Takut pada kaca.
Neopharmaphobia – Takut pada obat-obatan baru.
Neophobia – Takut pada segala sesuatu yang baru.
Nephophobia – Takut pada awan.
Noctiphobia – Takut pada malam.
Nomatophobia – Takut pada nama.
Nosocomephobia – Takut pada rumah sakit.
Nosophobia or Nosemaphobia – Takut sakit.
Nostophobia – Takut untuk kembali ke rumah.
Novercaphobia – Takut pada ibu tiri.
Nucleomituphobia – Takut pada senjata nuklir.
Nudophobia – Takut telanjang.
Numerophobia – Takut pada angka.
Nyctohylophobia – Takut pada hutan yang gelap atau hutan pada malam hari
Nyctophobia – Takut pada kegelapan atau takut pada malam hari.
Obesophobia – Takut bertambah berat badan. (Pocrescophobia)
Ochlophobia – Takut pada kerumunan atau gerombolan orang banyak.
Ochophobia – Takut pada kendaraan.
Octophobia – Takut pada angka 8.
Odontophobia – Takut pada gigi atau preasi gigi.
Odynophobia or Odynephobia – Takut sakit/kesakitan. (Algophobia)
Oenophobia – Takut pada wine.
Oikophobia – Takut pada lingkungan rumah, rumah.(Domatophobia, Eicophobia)
Olfactophobia – Takut pada bau-bauan.
Ombrophobia – Takut pada hujan atau takut kehujanan.
Ommetaphobia or Ommatophobia – Takut pada mata.
Oneirophobia – Takut pada mimpi.
Oneirogmophobia – Takut mimpi basah.
Onomatophobia – Takut mendengarkan kata atau nama tertentu.
Ophidiophobia – Takut pada ular. (Snakephobia)
Ophthalmophobia – Takut ditatap orang lain.
Opiophobia – Takut pada pengalaman doktor pengobatan menulis resep unutk penyakit pasiennya
Optophobia – Takut pada mata yang terbuka sebelah.
Ornithophobia – Takut pada burung.
Orthophobia – Takut pada lahan/properti.
Osmophobia or Osphresiophobia – Takut pada bau yang tak sedap.
Ostraconophobia – Takut pada kerang.
Ouranophobia or Uranophobia – Takut pada surga.
Pagophobia – Takut pada es atau beku.
Panthophobia – Takut pada penderitaan dan penyakit.
Panophobia or Pantophobia – Takut pada segala hal.
Papaphobia – Takut pada Paus(pimpinan tertinggi katholik roma).
Papyrophobia – Taut pada kertas.
Paralipophobia – Takut untuk mengabaikan tugas dan bertanggung jawab.
Paraphobia – Takut pada perbuatan seks tak wajar.
Parasitophobia – Takut pada parasit.
Paraskavedekatriaphobia – Takut pada hari jumat tanggal 13.
Parthenophobia – Takut pada perawan atau wanita muda.
Pathophobia – Takut pada penyakit.
Patroiophobia – Takut pada keturunan/hal yang baka/abadi.
Parturiphobia – Takut pada kelahiran anak.
Peccatophobia – Takut berdosa atau membayangkan kejahatan.
Pediculophobia – Takut pada kutu.
Pediophobia – Takut pada boneka.
Pedophobia – Takut pada anak-anak.
Peladophobia – Takut pada orang botak/plontos/gundul.
Pellagrophobia – Takut pada penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Peniaphobia – Takut pada kemiskinan.
Pentheraphobia – Takut apda ibu mertua. (Novercaphobia)
Phagophobia – Takut untuk menelan,makan atau takut dimakan.
Phalacrophobia – Takut menjadi botak.
Phallophobia – Takut pada penis, terutama yang ereksi.
Pharmacophobia – Takut untuk menjalankan pengobatan.
Phasmophobia – Takut pada hantu.
Phengophobia – Takut pada siang hari atau sinar matahari.
Philemaphobia or Philematophobia – Takut berciuman.
Philophobia – Takut jatuh cinta atau dicintai.
Philosophobia – Takut pada filosofi.
Phobophobia – Takut pada phobia.
Photoaugliaphobia – Takut pada cahaya terang.
Photophobia – Takut pada cahaya.
Phonophobia – Takut pada suara,atau suarnya sendiri di telepon.
Phronemophobia – Takut unutk berfikir.
Phthiriophobia – Takut pada kutu. (Pediculophobia)
Phthisiophobia – Takut pada TBC.
Placophobia – Takut pada batu nisan.
Plutophobia – Takut kaya/menjadi kaya/kekayaan.
Pluviophobia – Takut hujan atau kehujanan.
Pneumatiphobia – Takut pada roh.
Pnigophobia or Pnigerophobia – Takut tersedak atau takut tercekik.
Pocrescophobia – Takut bertambah berat badan. (Obesophobia)
Pogonophobia – Takut pada jenggot.
Poliosophobia – Takut penyakit lumpuh.
Politicophobia – Takut atau ketidaksukaan berlebih terhadap politisi.
Polyphobia – Takut akan banyak hal.
Poinephobia – Takut akan hukuman.
Ponophobia – Takut terlalu banyak kerja atau kesakitan.
Porphyrophobia – Takut pada warna ungu.
Potamophobia – Takut pada sungai atau air mengalir.
Potophobia – Takut pada alkohol.
Pharmacophobia – Taku pada obat-obatan.
Proctophobia – Takut pada rectums.
Prosophobia – Takut pada perkembangan.
Psellismophobia – Takut berbicara gagap.
Psychophobia – Takut pada pikiran.
Psychrophobia – Takut pada dingin.
Pteromerhanophobia – Takut terbang.
Pteronophobia – Takut dikelitik bulu.
Pupaphobia – Takut pada boneka/wayang .
Pyrexiophobia – Takut pada demam.
Pyrophobia – Takut pada api.
Radiophobia – Takut pada radiasi, sinar x.
Ranidaphobia – Takut pada katak.
Rectophobia – Takut pada rectum atau penyakit dubur.
Rhabdophobia – Takut akan dihukum berat atau dipukul dengan balok, atau dikecam keras. juga takut pada hal magis. (tongkat sihir)
Rhypophobia – Takut buang air besar.
Rhytiphobia – Takut mendapat kerutan.
Rupophobia – Takut pada debu.
Russophobia – Takut pada orang rusia.
Samhainophobia – Takut pada Halloween.
Sarmassophobia – Takut pada permainan cinta. (Malaxophobia)
Satanophobia – Takut pada setan.
Scabiophobia – Takut pada kudis.
Scatophobia – Takut pada masalah feses.
Scelerophibia – Takut pada orang jahat atau perampok.
Sciophobia Sciaphobia – Takut pada bayangan.
Scoleciphobia – Takut pada cacing.
Scolionophobia – Takut sekolah.
Scopophobia or Scoptophobia – Takut dilihat atau ditatap orang.
Scotomaphobia – Takut kebutaan visual.
Scotophobia – Takut pada keggelapan. (Achluophobia)
Scriptophobia – Takut menunggu di tempat umum.
Selachophobia – Takut pada hiu.
Selaphobia – Takut pada kilasan cahaya
Selenophobia – Takut pada bulan.
Seplophobia – Takut pada benda membusuk.
Sesquipedalophobia – Takut pada kata-kata panjang.
Sexophobia – Takut pada lawan jenis. (Heterophobia)
Siderodromophobia – Takut pada kereta, rel kereta api atau berpergian dengan kereta api.
Siderophobia – Talut pada bintang-bintang di langit.
Sinistrophobia – Takut pada benda di sebelah kiri.atau kidal
Sinophobia – Takut pada bangsa dan kebudayaan cina.
Sitophobia or Sitiophobia – Taut pada makanan atau takut makan. (Cibophobia)
Snakephobia – Taut pada ular. (Ophidiophobia)
Soceraphobia-Takut pada orang tua angkat.
Social Phobia – Takut dievaluasi negatif dalam lingkungan sosial.
Sociophobia – Takut pada masyarakat atau orang secara umum.
Somniphobia – Takut tidur.
Sophophobia – Takut untuk bersandar.
Soteriophobia – Takut bergantung pada orang lain.
Spacephobia – Takut pada angkasa luar.
Spectrophobia – Takut pada hantu.
Spermatophobia or Spermophobia – Takut pada kuman.
Spheksophobia – Takut pada ngengat.
Stasibasiphobia or Stasiphobia – Takut unutk berdiri atau berjalan. (Ambulophobia)
Staurophobia – Takut pada salib dan takut disalibkan.
Stenophobia – Takut pada benda atau tempat sempit.
Stygiophobia or Stigiophobia – Takut pada neraka.
Suriphobia – Takut pada tikus.
Symbolophobia – Takut pada simbolisme.
Symmetrophobia – Takut pada benda simetris.
Syngenesophobia – Takut pada orang dekat/keluarga.
Syphilophobia – Takut pada syphilis.
Tachophobia – Takut pada kecepatan.
Taeniophobia or Teniophobia – Takut pada cacing pita.
Taphephobia Taphophobia – Tajut dikubur hidup-hidup atau takut kuburan.
Tapinophobia – Takut menular.
Taurophobia – Takut pada banteng.
Technophobia – Takut pada teknologi.
Teleophobia – 1) Takut pada rencana tertentu. 2) takut acara keagamaan.
Telephonophobia – Takut pada telepon.
Teratophobia – tkut melahirkan anak yang buruk atau takut pada monster atau takut orang berpenampilan buruk.
Testophobia – Takut untuk menjalani test.
Tetanophobia – Takut kejang mulut atau takut tetanus.
Teutophobia – Takut segala sesuatu tetang jerman.
Textophobia – Takut pada bahan kain tertentu.
Thaasophobia – Takut untuk duduk.
Thalassophobia – Takut pada lautan.
Thanatophobia or Thantophobia – Takut mati atau sekarat.
Theatrophobia – Takut pada teater/bioskop.
Theologicophobia – Taut pada teology.
Theophobia – Takut pada tuhan atau suatu agama.
Thermophobia – Takut kepanasan.
Tocophobia – Takut pada kehamilan dan kelahiran anak.
Tomophobia – Takut dioperasi.
Tonitrophobia – Takut akan guntur.
Topophobia – Takut pada tempat atau situasi tertentu, seperti pentas horor.
Toxiphobia or Toxophobia or Toxicophobia – Takut pada racun atau tidak sengaja keracunan.
Traumatophobia – Takut akan cedera.
Tremophobia – Takut menggigil.
Trichinophobia – Takut akan penyakit yang diakibatkan oleh cacing pita babi.
Trichopathophobia or Trichophobia – Takut pada rambut. (Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia – Takut pada angka 13.
Tropophobia – Takut untuk bergerak maju atau untuk berubah.
Trypanophobia – Takut disuntik.
Tuberculophobia – Takut TBC.
Tyrannophobia – Takut pada tirani.
Uranophobia or Ouranophobia – Takut pada surga.
Urophobia – Takut pada urine.
Vaccinophobia – Takut pada vaksinaasi.
Venustraphobia – Takut pada wanita cantik.
Verbophobia – Takut pada kata-kata.
Verminophobia – Takut pada kuman.
Vestiphobia – Takut pada pakaian.
Virginitiphobia – Takut diperkosa.
Vitricophobia – Takut pada ayah angkat.
Walloonphobia – Takut pada Walloons.
Wiccaphobia – Takut pada penyihir dan hal berbau sihir.
Xanthophobia – Takut pada warna kuning atau kata “kuning”.
Xenoglossophobia – Takut akan bahasa asing.
Xenophobia – Takut pada orang tak dikenal atau orang asing.
Xerophobia – Takut akan kekeringan.
Xylophobia – 1) Takut pada objek dari kayu. 2) hutan.
Xyrophobia – Takut pada pisau cukur.
Zelophobia – Takut cemburu.
Zeusophobia – Takut pada tuhan atau dewa.
Zemmiphobia – Takut pada tahi lalat besar.
Zoophobia – Takut pada binatang

.

.
.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...