Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Toilet Stasiun Kereta
Seseorang gadis bergegas jalan menuju gerbong di sebuah
stasiun kereta api, setelah keluar dari tolilet
umum baru beberapa langkah petugas toilet memanggil :
Petugas :
Mbaaaak, uangnya kuraaang! Sini dulu! Uangnya kurang seribu!
Gadis :
Tadi udah kukasih 2.000,- kan udah pas.
Petugas :
Lihat tuh taripnya, berak: 2.000,- Kencing: 1.000,- Mandi: 3.000,-
Gadis :
Ya betul, Aku tadi cuma berak terus Aku udah serahin uang 2.000,- masih kurang dari mana?
Petugas :
Mbak tadi ketika berak sambil kencing kagak?
Gadis :
Busyet luuh, nih kutambahin 1.000,- (sambil lari menuju kereta yg hampir jalan).
Phobia Lift Rumah Sakit
Akhirnya sampailah Marni di tempat pekerjaan saudara
sepupunya bernama Titin, Titin bekerja di bagian dapur sebuah rumah sakit
ternama di Jakarta. Marni dengan ditemani
bibiknya yang berumur sekitar 40 tahun berangkat dari sebuah desa di kabupaten
Sumedang bertekad mengadu nasib hidup di Jakarta dengan berharap jasa kebaikan
Titin.
Karena Titin masih sibuk bekerja di lantai 4 kedua tamunya disuruh
sabar menunggu di ruang lobi lantai 1, dengan berpesan nanti kalau Titin sudah
tidak sibuk akan segera menemuinya. Marni dengan menggenggam HP yang baru saja
dipakai sms tampaknya menuruti saja dengan ditemani bibiknya.
Rupanya selama menunggu Marni memperhatikan pintu lift yang
berada tidak begitu jauh dari tempat duduknya. Tak lama seorang wanita cantik berbaju putih bersih menghampiri pintu lift dan menekan sebuah tombol. Selang
berapa saat pintu terbuka, didalamnya ada seorang Satpam yang bertugas jaga
lift. Wanita cantik tersebut langsung
masuk, terus pintu tertutup kembali.
Empat menit kemudian pintu terbuka, kali ini seorang wanita
berbaju putih berkulit gelap rambutnya keriting keluar dari kamar lift. Rupanya
Marni dan bibiknya saling pandang penuh keheranan.
Entah apa yang ada
dalam pikiran kedua orang itu? (Tadi padahal yang masuk ruangan orangnya cantik,
begitu pintu tertutup kemudian beberapa saat terbuka, yang keluar wanita cantik
tidak cantik, berubah wajahnya, kulitnya gelap dan rambutnya keriting).
****
Beberapa menit
kemudian seorang suster berjalan mendorong kursi roda seorang pasien perempuan menghampiri
pintu lift, setelah menunggu beberapa
saat pintu akhirnya terbuka, seperti tadi, seorang petugas Satpam berdiri
didalam, selanjutnya suster itu masuk bersama pasien tadi, lalu pintu lift tertutup sendiri.
Berselang beberapa menit kemudian pintu lift terbuka,
kemudian dari dalam keluarlah suster tadi kembali mendorong kursi roda yang ditumpangi
seorang perempuan, tapi kali ini si pasien dengan kepala dan kaki dibalut perban putih, sementara Pak
Satpam tetap berdiri di kamar lift dan kemudian pintu tertutup kembali.
Ternyata kedua orang desa itu kembali bereaksi saling beradu
pandang, tapi kali ini duduknya merapat dengan tangan bergandengan.
****
Sudah lima belas menit kedua tamu Titin itu menunggu dan tak
lama kemudian akhirnya seorang anggota Satpam menghampiri serta menyapa :
“Selamat pagi, Apakah mbak dan ibu ini yang mau ketemu Ibu
Titin karyawan bagian dapur?” Marni dan bibinya member jawaban dengan menganggukkan
kepala.
“Saya dapat pesan dari Ibu Titin supaya Anda berdua menemuinya
di lantai 4, mari ikut Saya, Saya antarkan!” kata petugas Satpam tersebut sambil
mengangkat barang bawaan tamu dari desa
itu.
Kedua tamu Titin itu kemudian berdiri tapi tak
memberikan jawaban, petugas tersebut berjalan berbalik arah menuju pintu lift,
setelah sampai dipintu lift kemudian Pak Satpam menengok kebelakang, ternyata
kedua orang tamu itu tidak mengikutinya dan sudah tidak ditempat semula. Pak Satpam
mencoba mencari dipintu keluar, rupanya Marni dan bibiknya sudah naik Bajaj
dengan wajah ketakutan.
Mengintip Kamar Pengantin
Mengetahui kebiasaan buruk yang demikian Aku malah punya ide lain untuk
ngerjain para pengintip. Ceritanya waktu itu adikku perempuan paling
bungsu melangsungkan pernikahan, Aku sendiri yang mempersiapkan menata
kamar pengantin, Aku sisakan sebuah celah yang tidak ditutup rapat
justru untuk memberi kesempatan dan menarik hasrat para pengintip.
Supaya hasilnya hebohmaka bagian luar dinding kamar disekitar lubang
itu sengaja aku olesi angus(jelaga) yang dicampur dengan minyak goreng,
dengan demikian siapapun yang mengintip maka disekitar mata dan
pipinya akan membekas warna hitam.
Setelah hiburan orkes ndangdut selesai saat itu waktu menunjukkan jam
01.30, Aku segera masuk kamar pengantin untuk mengamati reaksi
permainanku. Beberapa saat kemudian beneran juga diluar sudah terdengar
suara “kresek-kresek” tandanya ada orang yang menginjak daun godong
jati kering yang sengaja Aku letakkan supaya tahu kalau ada orang yang
mengintip. Lama-lama semakin sering suara kresek-kresek itu, berarti
rencanaku bakalan membuahkan hasil banyak.
Adikku sang pengatin ternyata malah lebih tertarik untuk mengetahui
siapa saja tetangga yang iseng mengintip, jadi tidak tidur malahan
mengamati peritiwa lucu ini.
Yang tidak Aku sangka begitu adzan subuh, Adikku ipar pengantin
laki-laki sudah bergegas ke mushola yang tidak jauh dari rumahku,
dengan gaya seperti seorang penerima tamu, dia siap menyambut tetangga
yang mau sholat Subuh. Hal yang tidak disangka ternyata Pak Abu imam
mushola sebelah mukanya terlihat noda jelaga hitam-hitam demikian pula
tetangga yang lain.
Melihat kejadian ini dia tidak kuat menahan rasa geli, akhirnya segera
berbalik pulang dan menceritakan kejadian ini ke seisi rumah.
Operasi Keperawanan Dewi Persik Bermasalah
Meskipun banyak wanita yang menganggap masalah keperawanan sudah tak penting lagi di era sekarang ini. Tapi bagi Dewi Percik (Depe), keperawanan tetap merupakan hal penting bagi seorang wanita. Keperawanan di mata Depe hanya akan dipersembahkan kepada kelak ke suami. Untuk itulah mengingat statusnya sekarang sudah janda, setelah mempertimbangkan beberapa rekomendasi jadilah Depe terbang jauh ke Mesir demi melakukan operasi keperawanan.
Diluar dugaan ternyata di Mesir terjadi gejolak politik, kekacauan juga terjadi di rumah sakit tempat Depe dioperasi, meskipun demikian Depe memaksakan diri untuk hari itu di operasi mengingat padatnya jadwal manggung di Indonesia. Seperti peristiwa gejolak politik yang terjadi di Indonesia disana juga terjadi penjarahan, tapi untunglah tampaknya dirumah sakit itu tidak banyak mengalami kehilangan barang.
Disaat operasi akan dilakukan terjadi listrik padam tetapi tidak begitu lama selang beberapa menit genset pembangkit listrik bisa dipergunakan. Depe dibius hingga sudah tidak sadar dan dibaringkan untuk dilakukan, celakanya stok selaput dara yang akan dipasangkan hilang dicuri orang maka terjadilah kebingungan antar dokter bedah. Setelah dilakukan diskusi sebentar kemudian diputuskan pemasangan selaput dara diambilkan dari selaput gendang telinga Depe, toh yang bersangkutan sedang tidak sadar dan tidak ada yang tahu.
Akhirnya bereslah semuanya dan Depe tampak senyum-senyum dengan bangga kembali perawan kembali.
Sesampai di Indonesia sudah ditunggu penonton yang ingin menyaksikan penampilan perdana Depe setelah kembali dari Mesir.
Yang mengherankan Depe kenapa suara sorak-sorak penonton dibawah panggung lebih kenceng dari pada biasanya, demikian juga speaker control yang menghadap posisi penyanyi suaranya lebih menggelegar. Tapi hal itu dianggap tidak masalah tampaknya malah menjadi lebih asyik saja.
Yang jadi masalah ketika istirahat dipergunakan Depe untuk buang air kecil, ketika didalam kamar kecil Depe berteriak : “Oh My God, kenapa suara kencing berisik sekali ……..”
Mungkin ini kasus mal praktek yang perlu diselesaikan melalui jalur diplomasi KBRI.
Langganan:
Postingan (Atom)








