. Waspada Kesehatan Saat Banjir

Waspada Kesehatan Saat Banjir

Sumber gambar.harianjogja.com
Musibah banjir yang menimpa Indonesia, bisa menyebabkan beragam penyakit, di antaranya ada tujuh penyakit yang harus Anda waspadai. Masyarakat perlu mewaspadai berbagai penyakit yang timbul pada musim hujan dan banjir. Hal-hal yang berikut ini sebaiknya dipikirkan untuk mengurangi kemungkinan resiko kesehatan untuk orang yang terkena banjir.

  1. Identifikasi daerah 'bersih' dan 'terkontaminasi' di dalam dan di sekitar rumah dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit.
  2. Air sumur dan air keran dapat dianggap terkontaminasi, dan sebaiknya tidak digunakan untuk konsumsi (bahkan bila dimasak) atau menyikat gigi. Air yang dikemas aman untuk diminum, contohnya Aqua.
  3. Gunakan air yang dimasak (air matang) atau air yang dikemas untuk menyirami tangan setelah mencuci tangan dan sebelum memasak.
  4. Buatlah instalasi penyaringan air sendiri (Klik)
  5. Anak-anak tidak boleh bermain di daerah banjir. Daerah ini terkontaminasi dan memerlukan dekontaminasi. Lantai dan dinding di dalam rumah sebaiknya dibersihkan dengan cairan disinfektant, contohnya Dettol.
  6. Mainan-mainan seharusnya dicuci dengan disinfektant, boneka kain yang berpotensi menjadi sumber pertubuhan bakteri dan jamur perlu dibuang.
  7. Kesehatan/kebersihan diri perlu dianggap dengan serius, dan W.C. serta bak mandi sering dibersihkan dengan disinfektant.
  8. Banyak penyakit yang tersebar oleh air melalui kotoran yang tidak sengaja masuk ke dalam mulut, penyiapan makanan di daerah banjir, berkemungkinan besar menyebabkan siklus ini.
  9. Makanan yang tersentuh oleh banjir tidak aman untuk dikonsumsi, dan sebaiknya dibuang.
  10. Hindari konsumsi sayuran mentah/belum dimasak.
  11. Tikus dan lalat sering membawa penyakit yang disebarkan air, simpanlah makanan diluar jangkauan kontaminasi dan tutuplah masakan sebelum disajikan.
  12. Penyimpanan makanan yang sudah dimasak untuk jangka waktu yang lama sebaiknya dihindari kapanpun bisa.
  13. Jangan memasukan tangan ke dalam sudut ruangan atau lemari yang gelap (tidak jelas isinya) karena mungkin merupakan tempat sembunyi binatang yang terkena stres dari banjir, seperti tikus, serangga dan binatang peliharaan.
  14. Kalau sedang berjalan di dalam air banjir, pakailah sepatu yang bersol keras. Lubang-lubang baru dan sampah-sampah yang tertutup air banjir sebaiknya di antisipasi, untuk mencegah luka di kaki.

Penyakit Yang Berkait Saat Banjir

Berikut ini beberapa penyakit yang perlu diwaspadai berkait dengan bencana banjir berikut langkah antisipasinya: 

1. Penyakit diare

Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Saat banjir biasanya juga akan terjadi pengungsian, di mana fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Semua itulah yang bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit diare.
Langkah antisipasinya, katanya, masyarakat disarankan untuk membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat.
Selalu biasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari, menjaga kebersihan lingkungan, dan hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal.
2. Demam Berdarah.
Pada musim hujan banyak sampah, seperti kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air, dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.
Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular penyakit demam berdarah.
Masyarakat harus ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3M (mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat).
Selain itu, segera bawa keluarga ke sarana kesehatan, bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi.
3. Penyakit leptospirosis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya.
Pada musim hujan terutama saat banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang tanah akan keluar menyelamatkan diri dan berkeliaran di sekitar manusia. Akhirnya, kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir.
Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan jatuh sakit.
Selalu menjaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka. Gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir. Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil.
4. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Penyebab ini dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama berupa batuk dan demam, mungkin juga disertai sesak napas, nyeri dada, dan lainnya.
Atasi dengan istirahat dan pengobatan simtomatis sesuai gejala. Selain itu, cegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan.

5. Penyakit kulit, infeksi, alergi, atau bentuk lain
Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Tempat berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan infeksi kulit.
6. Saluran Pencernaan
Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Faktor kebersihan makanan memegang peranan penting, karena itu selalu perhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi.
7. Penyakit Kronik 
Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Musim hujan dan banjir yang berkepanjangan, bisa menyebabkan daya tahan tubuh berkurang
 8. Luka dan Memar 
Luka apapun yang terletak di kulit sebaiknya diobati dan diperban. Lingkungan yang kotor dan basah dapat dengan gampang membuat luka terinfeksi, dan penyembuhan bertambah lama. Pengunaan sepatu bot karet untuk jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan infeksi jamur dan luka kaki.
Perlu pula diwaspadai timbulnya penyakit yang timbul dalam bulan pertama setelah banjir, kasus penyakit yang dibawa nyamuk cenderung bertambah, seperti Malaria and Demam Berdarah. Pembasmian nyamuk dan pencegahan gigitan nyamak penting sekali pada waktu itu.

Jupe Peduli Korban Banjir

5 komentar:

naufal syarifuddin mengatakan...

thanks atas infonya bro kunjungan baliknya www.naufalthedarkness.blogspot.com

Catatanku mengatakan...

Memang dimusim hujan dan cuaca extrim kita harus extra hati2, bagi yg daerahnya terkena banjir harus bisa jaga keselamatan diri dan keluarga.
Thanks infonya....

Tante Kegirangan mengatakan...

Gue setuju banget ama tips ini, kesehatan ketika musim hujan harus dpt perhatian extra, apalagi dilingkungan yg kena banjir. Mantaf infonya....

Kevin Akbar mengatakan...

nice artikel,,,karena dalam keadaan apapun kesehatan penting dalam musibah seperti ini ^_^

Salam Blogger Indonesia

zaairul haq mengatakan...

wah mengerikan gambarnya...banjir sampai serumah :(

.

.
.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...