Waduk Jatigede dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebelumnya mengungkapkan, Bendungan Jatigede akan mengatasi masalah banjir di Cirebon dan Indramayu.
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Bendungan Jatigede Diresmikan
Waduk Jatigede dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebelumnya mengungkapkan, Bendungan Jatigede akan mengatasi masalah banjir di Cirebon dan Indramayu.
Kencingi Pohon Kelapa, Kemaluan Disambar Petir
Gede Artata alias Tato (27), langsung terjatuh
setelah kilatan petir menyambarnya. Saat itu, warga asal Banjar Antap
Gawang, Desa Belatungan, Pupuan, ini sedang buang air kecil di kawasan
Pupuan.
Kejadian tersebut
berawal dari korban yang sedang dalam perjalanan pulang ke Banjar Antap
Gawang, Desa Belatungan. Saat itu, korban baru saja mengirim janur ke
wilayah Kerambitan, tepatnya di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan.
Saat di tempat kejadian, di Banjar Delod Ceking, Tato kemudian
memarkir sepeda motornya untuk beli beras di toko. Sebelum masuk ke
toko, Tato kemudian berjalan ke arah barat toko dengan maksud mencari
tempat untuk buang air kecil.
Tiba-tiba saja, petir menyambar Tato. Korban diduga ikut tersambar petir
lantaran yang tersambar sebelumnya adalah pohon kelapa. Hanya saja saat
kejadian, dia berada di bawah pohon kelapa tersebut. Masih beruntung korban selamat, meski kemaluannya ikut tersambar pada
Sabtu (28/2/2015) malam.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami sejumlah luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya. Luka itu seperti pada area kemaluan korban, kepala, dagu, punggung, serta kaki. Total luka bakar di tubuhnya sekitar 8 persen.
“Sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan jantung korban, rencananya akan menjalani rawat inap di ruang bedah Bougenvile," kata Humas RSUD Tabanan, Made Suarjaya, Minggu (1/3/2015).
Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali,
Nenek Janina Telah Mati 11 Jam Bangkit Lagi, Kedinginan di Kamar Mayat
Warsawa, Seorang nenek warga Polandia 91 tahun, bernama Janina Kolkiewicz telah meninggal dan telah disimpan lemari pendingin selama 11 jam ternyata bangkit hidup lagi.
Aneh, Seorang Laki-laki Jakarta Bertelur
Seorang laki-laki bernama Sinin (62), warga Jalan Tanjung Wangi RT 03/12, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat gempar warga Jakarta karena dari bagian anusnya Sinin bisa mengeluarkan apa yang tampaknya seperti telur.
“Telur” yang dikeluarkan Sini bentuknya seperti telur ayam kampung, dengan cangkang berwarna putih dan berukuran kecil. Ketika sempat dipecahkan, diketahui tidak ada bagian kuning telur seperti telur ayam. “Telur” Sinin hanya berisi cairan bening.
Pesawat Malaysia Airlines MH 17 Ditembak Jatuh di Ukraina
AZHARMIND.COM, Kantor berita Rusia Interfax melaporkan sebuah pesawat Malaysia
Airlines jatuh di kawasan Ukraina di dekat perbatasan dengan Rusia.
Laporan itu didasarkan pada sumber-sumber di industri penerbangan.
Informasi
dari situs BBC yang dikutip azharmind.com, Kamis (17/7), pesawat Boeing
777 tersebut membawa 280 penumpang dan 15 awak dalam penerbangan dari
Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Pesawat nahas itu dikabarkan jatuh
sekitar 50 mil sebelum memasuki wilayah Rusia.
Sumber yang dikutip
Interfax
U-19 Indonesia Menang atas Korea Selatan
Ini Sejarah Bung! Indonesia menang atas raksasa Asia Korea Selatan, 3 gol cantik dipersembahkan oleh bintang Indonesia Evan Dimas. Saat itu Gelora Bung Karno serasa menegang menanti detik-detik terakhir Indonesia
mempertahankan keunggulannya atas Korea Selatan 3 - 2, dan untuk ketiga kalinya
Evan Dimas mengoyak gawang tim lawan, tapi Korea cepat membalas pula.
Kontestan Miss World 2013 di Bali
Miss World 2013 adalah edisi ke-63 dari kontes kecantikan Miss World, yang diselenggarakan pada tanggal 28 September 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Nusa Dua, Bali, Indonesia. Miss World 2012, Yu Wenxia dari Republik Rakyat Cina memahkotai penerusnya di akhir acara.
Untuk mengetahui kontestan silahkan Klik
In Indonesia, a Governor at Home on the Streets
JAKARTA, Indonesia — Each day, Joko Widodo, the governor of Jakarta, does something practically unheard-of among Indonesia’s political elite: he ventures into the streets to speak with the people who elected him.
| Joko Widodo, the governor of Jakarta, made an unannounced visit to the Tanah Abang market in August, where he is a frequent visitor. |
Most times, he is mobbed as he wanders through slums, traditional markets and other neighborhoods. Women, and men, try to touch him. Younger people grab his hands and lay them on their foreheads — a sign of respect. Many share their concerns over how their city is working (or not), a practice he encourages.
The people, he jokes, are not so much excited to see him; they are merely “shocked to see an Indonesian leader out of their office.”

“The people say it’s ‘street democracy’ because I go out to them,” said Mr. Joko, 52, whose supporters affectionately call him by his nickname, Jokowi. “I explain my programs. They can also give me ideas about programs.” He also drops in on local government and tax offices to let the city’s notoriously inefficient bureaucrats know he is watching.
That daily routine is one of the main reasons Mr. Joko, a reed-thin former furniture dealer, has almost overnight shot to the top of the polls about possible candidates for next year’s presidential election. In late August, the country’s most influential daily newspaper, Kompas, displayed his photo on its front page three days in a row along with poll results showing him with nearly double the support of the closest challenger, a retired Army general. The poll also found he had swept past the leader of his own party: former President Megawati Sukarnoputri, a famously imperious leader who sometimes referred to her supporters as “little people.”
“He’s the opposite of the leaders we have now. He doesn’t fit the mold at all,” said Bhimanto Suwastoyo, chief editor of the online Jakarta Globe. “The mold is: an Indonesian official does what he wants, has no connection with the people and doesn’t consult — he rules. Jokowi is doing the exact opposite. He’s hands on, he asks the public what they want, he approaches them and he’s seen as actually doing something.”
What Mr. Joko has accomplished in his first year leading the capital is not high-profile. In fact, people give him at least as much credit for what he appears not to have done. In a country rife with corruption, Mr. Joko is widely considered a clean politician who has not used his office to enrich himself, and who is working hard to cut down on corruption within the government.
The issue of official corruption is expected to be a major factor in the election, the third direct presidential election since the country threw off autocratic rule 15 years ago.
The economy has been doing well — it survived the world’s 2008 financial crisis virtually untouched, multinationals have been flocking here and its gross domestic product has expanded at a steady rate of more than 6 percent for the last three years. Still, analysts consistently say Indonesia is being held back from reaching its full potential because of corruption and collusion among government officials, lawmakers and powerful business interests.
The current president, Susilo Bambang Yudhoyono, swept into power in 2004 and was re-elected in 2009 on an anticorruption platform, but his governing Democratic Party has been mired in corruption scandals the past two years.
With months to go before the election, anything can happen to derail Mr. Joko’s chances. The retired general who ran second in the Kompas poll, Prabowo Subianto, has a strong following among the poor and has been considered a top contender for the presidency, despite widespread allegations of human rights abuses in East Timor. (Mr. Prabowo and Mr. Joko are members of opposition parties; Mr. Yudhoyono cannot run again because of term limits.)
Since becoming governor last October, Mr. Joko has followed through on his campaign promises, including issuing welfare payments on the equivalent of electronic gift cards that allow people to pay for health care and education supplies directly and ensure government officials do not take a cut off the top. He also instituted an online tax payment system to prevent graft and jump-started long-delayed plans for a mass rapid transit system for the capital.
He has invested the most effort and political capital on two projects in particular. The first was to move street vendors off the roads surrounding Tanah Abang, the largest textiles market in Southeast Asia, who were causing traffic jams throughout Central Jakarta, and give them space inside a nearby building. The second is the relocation of 7,000 poor families squatting around the Pluit Reservoir in North Jakarta into lost-cost public housing so the reservoir can be dredged for the first time in 30 years to help alleviate annual flooding.
These projects might seem obscure given the many pressing problems of a city of 10 million people, but they address the two most important ones for average people: traffic and flooding. To win community support, Mr. Joko visits both areas at least once daily to make sure that city officials are following through on the projects and to assure local residents that he is not really planning to turn the land over to shopping mall developers.
Mr. Joko’s “man of the people” tag is not concocted, analysts say. He is a former carpenter and ran a small furniture export business near Surakarta, a city of 520,000 people also known as Solo, before running for city mayor in 2005.
In 2012 he ran for governor in Jakarta, and his landslide win against the incumbent, Fauzi Bowo, who was backed by most of Mr. Yudhoyono’s governing coalition, was viewed as an emphatic rejection of the political establishment.
Mr. Joko ultimately will not decide whether he will run in the presidential election. Mrs. Megawati firmly controls the party, which decided at a recent congress that she alone would name its presidential nominee. She had been expected to run herself, but analysts say it is increasingly likely she will step aside for Mr. Joko to help her party try to regain the presidency after 10 years. Party officials say Mrs. Megawati has hinted in recent weeks as much in recent weeks, calling herself at 66 “old” and “a grandmother.” Mrs. Megawati and Mr. Joko have also appeared side by side at party events in recent weeks, prompting even more speculation about his candidacy (By JOE COCHRANE)
Akhirnya Indonesia U19 Menang
Setelah kita kecewa atas kekalahan tim senior saat AFF 2010 (dikalahkan oleh Malaysia) difinal, begitu pula nasib yang sama terjadi pada U16 beberapa minggu yang lalu. Kembali kita dikalahkan oleh timnas Malaysia U16 difinal kali ini melalui adu pinalti. Dan kali ini, di Timnas U19 kita melawan tim kuat Vietnam U19 yang belum terkalahkan dari awal. Dan akhirnya Timnas bisa mengalahkan….
Hari ini segala rasa dahaga kita sudah
sedikit terobati, tetasan air itu sudah bisa kita rasakan. Begitu manis
rasanya, setidaknya kita bisa mengecap rasanya menjadi “Sang Juara.”
Rasa syukur kita haturkan kepada Tuhan melalui kerja keras seluruh
pemain, official, pelatih dan seluruh masyarakat Indonesia ini yang
saling membantu doa dan motivasi akhirnya apa yang telah kita harapkan
ini dapat tercapai.
Terima kasih ini tidak saya khususkan untuk
pemain yang mencetak gol, tidak untuk penjaga gawang yang gigih dengan
pengorbanannya agar tidak kebobolan. Tidak untuk sang kapten Evan Dimas
saja, tetapi untuk semuanya. Untuk kalian semua yang telah berjuang atas
nama bangsa Indonesia.
Kami sebagai supporter berharap agar prestasi
ini tidak hanya kalian rebut dilevel U19 saja. Tapi di level lebih
tinggi (Senior) agar euforia ini akan selalu terjaga. Agar kalian tidak
hanya menjadi “tetesan” air saja, melainkan menjadi sebuah “oase”
ditengah-tengah gurun pasir.
Terima kasih atas semuanya, kami bangga
dengan kalian semua. Kami berdoa agar nantinya kalian bisa mencapai
target apa yang kalian harapkan sebagai pemain bola. Kami berdoa tropi
ini adalah awal untuk mendapatkan tropi-tropi lain yang lebih banyak.
Fatin Shidqia Mengalahkan Agnes Monica Terbaik Asia
Pemenang X-Factor Indonesia Fatin Shidqia Lubis berhasil meraih suara terbanyak sebagai 'Penyanyi Wanita Terbaik Asia' di situs The Top Tens.Bahkan penyanyi berkerudung tersebut sukses mengalahkan beberapa penyanyi senior asal Tanah Air seperti Agnes Monica, Anggun, hingga almarhum Nike Ardilla.
Aksi penyekapan Keji Preman Jakarta Terbongkar
Seorang wanita pedagang kopi, yang menjadi korban penyiksaan dan
penyekapan oleh kelompok preman yang diduga anak buah Hercules bertutur
tentang caranya melarikan diri dari tempat penyekapan. Korban dapat melarikan diri dari tempat penyekapan di sebuah bedeng di
samping Apartemen Kedoya, Jakarta Barat, pada hari Minggu (15/9/2013)
sekitar pukul 05.00.
Agya dan Ayla Resmi Meluncur
Toyota Astra Motor (TAM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) secara resmi meluncurkan Agya dan Ayla pada Senin (9/9/2013). Dengan begitu, para pemesan bisa bernapas lega karena mobil yang sudah dinantikan hampir setahun akhirnya muncul juga. Kendati demikian, seperti diberitakan sebelumnya, akan ada perubahan harga menyusul keputusan peraturan pemerintah (PP) perihal mobil murah ramah lingkungan (LCGC).
Beberapa wiraniaga Auto2000 menyebutkan harga Rp 90 juta-Rp 120 juta. Artinya, harga lebih mahal dari yang pernah ditawarkan saat IIMS 2012 lalu yakni Rp 85 juta-Rp 120 juta. Variannya tetap E, G, dan TRD yang tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis.
Adapun harga Ayla mengalami peningkatan Rp 1 juta atau Rp 76 juta-Rp 95 juta. Varian yang disediakan adalah D, D+, M, dan X.
Untuk pembelian minggu ini, unit diperkirakan akan diterima paling cepat pada bulan Oktober. Uang tanda jadi pun tetap, yakni Agya Rp 5 juta, dan Ayla Rp 2 juta.
Foto-foto eksterior dan interior
Pekan Ta'aruf (Ospek) Unissula Semarak Dengan Batik
AZHARMIND.COM, Pekan Ta'aruf yang
digelar Unissula adalah semacam orientasi studi dan pengenalan kampus
(ospek) bagi mahasiswa baru seperti yang digelar perguruan-perguruan
tinggi umumnya, hanya berbeda pengistilahan. Pekan Taaruf Unissula
dijadwalkan berlangsung selama sepekan mulai tanggal 2-7 September 2013.
Biasanya, para mahasiswa baru yang menjalani masa ospek di perguruan-perguruan tinggi umumnya diharuskan mengenakan pakaian hitam-putih, tetapi yang unik di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang panitia ospek mewajibkan mahasiswa barunya mengenakan batik saat menjalani masa orientasi dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Biasanya, para mahasiswa baru yang menjalani masa ospek di perguruan-perguruan tinggi umumnya diharuskan mengenakan pakaian hitam-putih, tetapi yang unik di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang panitia ospek mewajibkan mahasiswa barunya mengenakan batik saat menjalani masa orientasi dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
![]() |
| Wakil Rektor III Unissula Dr. H. Mustaghfirin, SH M.Hum memberikan pengarahan saat Gladi Bersih Pekan Ta,aruf Tahun Akademik 2013/2014 (Foto: Makruf) |
Mercon 1 Drum Menelan Korban
Langganan:
Postingan (Atom)














