Indonesia terkenal memiliki 5 pasukan elit terbaik dan disegani dunia antara lain Denbravo, Kopassus, Kopaska, Yontaifib dan Denjaka yang mempunyai kompetensi sebanding 120 prajurit TNI reguler, kini satu lagi pasukan yang terbukti efektif menjalan misi yang diembannya yaitu pasukan PPSU yang terkenal dengan gelar Pasukan Oranye.
Tampilkan postingan dengan label Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green. Tampilkan semua postingan
Dampak Kebakaran Hutan Pada Keanekaragaman Hayati
Kebakaran hutan merupakan salah satu
bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh
kebakaran hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya
keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan
iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu
transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Kebakaran hutan membawa dampak yang
besar pada keanekaragaman hayati.
Bentuk Bunga Anggrek Istimewa
Bunga telah menginspirasi manusia sejak ribuan tahun karena bentuk, warna dan bau. Selain itu, bunga yang ditunjukkan di bawah memiliki bentuk khusus, yang tampaknya untuk meniru makhluk alam lainnya. Orang mungkin bertanya-tanya apakah bunga-bunga melakukan ini dengan sengaja atau jika mereka hanya membentuk desain ini luar biasa melalui kebetulan?
Saya pikir ini Luar Biasa.
Saya pikir ini Luar Biasa.
25 Misteri Fenomena Spektakuler Dunia
Dunia ini menyimpan segudang misteri, termasuk beberapa fenomena alam dan kejadia yang cukup aneh. Fenomen alam ini tidaklah terjadi karena hal-hal gaib atau supranatural lainnya.
Berikut adalah beberapa fenomena alam unik yang mungkin belum Anda lihat. Saat melihatnya, mungkin Anda akan berpikir bahwa tempat ini tidak berada di dunia seperti yang kita tempati saat ini.
Kamuflase Hebat Binatang
Kamuflase merupakan suatu metode yang memungkinkan sebuah organisme atau benda yang biasanya mudah terlihat menjadi tersamar atau sulit dibedakan dari lingkungan sekitarnya.
Beberapa hewan mampu melakukan kamuflase dengan menyamarkan diri, ataupu meleburkan diri ke dalam kondisi dan situasi lingkungan setempat.
Biasanya menggunakan elemen warna kulit yang menyerupai obyek, seperti daun, batang dan lainnya. Kegunaan kemampuan kamuflase ini dilakukan untuk menghindari serangan musuh sekaligus bersembunyi untuk mendapatkan mangsa.
Perubahan Puncak Gunung Kelud
Akibat letusan Gunung Kelud Kamis (13/2/2014) malam terjadi perubahan bentuk puncak gunung yang terletak di perbatasan Kediri,
Blitar, dan Malang ini gersang dan kering kerontang.
Sinkhole Lobang Setan
Beberapa tahun belakangan ini, masyarakat China resah dengan adanya
lubang raksasa yang muncul secara tiba-tiba. Kemunculan lubang dengan
diameter cukup besar (sinkhole) bisa terjadi di tengah jalan dan memakan korban.
Dilansir Orange.co.uk, Selasa 6 Agustus 2013, lubang besar berukuran 20 kaki atau sekitar enam meter kini muncul di kota Nanning, China Selatan.
Apa sih Sinkhole?
Sinkholes adalah lubang pada tanah
yang terbentuk tiba-tiba. Lubang tanah ini diakibatkan tekanan terhadap
permukaan tanah yang terjadi ketika sebuah lapisan bawah tanah melemah
dan tak mampu menopang struktur lapisan di atasnya.
Sinkhole dapat terjadi akibat proses
alami, yakni ketika sub-permukaan batuan/tanah larut dan membuat rongga
bawah tanah. Peristiwa ini sering terjadi di mana batuan di bawah
permukaan tanah adalah batu gamping, dolomit, batuan karbonat, atau
jenis batuan yang dapat secara alami dihanyutkan oleh sirkulasi air
tanah.
Penyebab Sinkhole
Sinhhole biasanya terjadi di kawasan dengan formasi batu
gamping/limestone, penyebab utamanya adalah larutnya batuan sekitar
karena pengaruh air dan terbentuk gua di bawah permukaan tanah seperti
gambar di bawah ini;
Stadia 1: Pada awalnya ada sebuah retakan kecil karena sesar dan kekar kemudian membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping. Batugamping ini ?relatip? mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga.
Stadia 2: Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah.
Stadia 3-4-5-6: Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan jembatan dibagian atas tidak kuat menahan dan
Stadia 8: Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Gambar 1. Proses pembentukan Sinkhole
Proses terbentuknya detailnya sebagai berikut:Stadia 1: Pada awalnya ada sebuah retakan kecil karena sesar dan kekar kemudian membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping. Batugamping ini ?relatip? mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga.
Stadia 2: Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah.
Stadia 3-4-5-6: Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan jembatan dibagian atas tidak kuat menahan dan
Gambar 2. Proses pembentukan Sinkhole
Stadia 7: BLUNG ! Lubang ini tidak seluruhnya
memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas
tidak seluruhnya hilang. Kedalaman lubang bisa mulai hanya beberapa
meter hingga berukuran besar sedalam 100 meter seperti yang di Guatemala
itu.Stadia 8: Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Gejala Sinkhole
Setelah memahami apa itu Sinkhole, tahap selanjutnya adalah
memahami gejala awal akan terjadinya sinkhole di suatu kawasan. Berikut
ini adalah beberapa gejala umum ketika akan terjadi sinkhole:
- Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya? adalah batugamping.
- Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.
- Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan).
- Aliran sungai bawah tanah bisa saja tertutup yang menunjukkan adanya kemungkinan runtuhan bawah tanah. pola hidrologinya tentu saja akan terpengaruh akibat runtuhan bawah tanah ini. Jadi tentunya sebelum melakukan uji pengeboran mencari apakah ada terowongan dibawah, perlu juga dilakukan pengamatan permukaan. Apakah ada cekungan-cekungan bekas sinkhole. Adakah perubahan hidrologi yang teramati dalam kurun waktu tertentu ketika musim penghujan dan musim kering.
- Uji pengeboranpun belum tentu bisa membuktikan atau menolak
hipotesa, karena mencari bolongan ini tidak bisa dilakukan dengan mudah,
bayangkan kalau area yang luasnya 2 Km persegi harus dibuktikan dengan
satu lubang bor ?. kan sulit banget seperti mencari jarum dalam jerami.
Salah satu cara adalah dengan pengamatan (survey) geofisika bawah
permukaan, baik survey geolistrik, elektromagnetik, graviti (gayaberat)
dan lain-lain. (Sumber: http://www.ibnurusydy.com)
Gambar Kejadian Sinkhole
Pembahasan Iklim PBB di Doha Deadlock
Negara-negara miskin bersikeras negara-negara Barat mendaftar untuk lebih dalam, lebih mendesak pemotongan emisi karbon di bawah Kyoto setelah putaran pertama pakta tentang janji berakhir pada akhir tahun ini.Mereka juga menuntut negara kaya berkomitmen untuk paket pendanaan baru dari 2013 untuk membantu mereka mengatasi memburuknya, banjir kekeringan, badai dan naiknya permukaan laut.
Kedua pertanyaan kunci untuk sebuah perjanjian baru yang harus ditandatangani pada tahun 2015 dan mulai berlaku pada tahun 2020 untuk memutar kembali pemanasan global."Apa yang memberi saya frustrasi adalah bahwa kita sangat jauh di belakang apa yang ilmu pengetahuan mengatakan bahwa kita harus melakukan," PBB Konvensi Kerangka Kerja mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) Christiana Figueres Kepala mengatakan dalam konferensi pers, menambahkan bahwa meskipun ia ditahan "harapan."Beberapa delegasi mulai menyuarakan kekhawatiran kebuntuan menjelang pembicaraan tingkat menteri, dimulai pada hari Rabu, untuk mahkota negosiasi tahunan di bawah bendera PBB.
Sebuah studi baru memperingatkan Minggu bahwa bumi bisa berada di jalur untuk pemanasan di atas lima derajat Celcius (sembilan derajat Fahrenheit) pada tahun 2100 - setidaknya dua kali lipat 2C (3,6 F) batas diabadikan oleh PBB.Ini mengikuti penelitian lain yang mengatakan kutub es mencair topi telah menaikkan permukaan air laut oleh hampir setengah inci (11 mm) selama dua dekade terakhir, dan bahwa es Arktik keriput pada tingkat belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2012.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Maria van der Hoeven, memperingatkan pada Senin bahwa pemanasan membatasi 2C (3,6 F) "menjadi lebih sulit dan lebih mahal dengan setiap tahun yang lewat.""Tanpa tindakan segera bersama, dunia berada di trek untuk masa depan yang jauh lebih hangat dengan konsekuensi yang mungkin mengerikan," katanya dalam siaran pers."Waktu hampir habis untuk mencegah hilangnya seluruh bangsa dan bencana lainnya dalam keanggotaan kami dan seluruh dunia," tambah Aliansi Negara-negara Pulau Kecil (AOSIS), mengumpulkan negara-negara beresiko buruk dari pemanasan yang disebabkan naiknya permukaan laut.
| RWE Neurath listrik tenaga batubara di Jerman |
Meskipun peringatan, pengamat mengatakan perundingan Doha telah menjadi terjebak.Satu masalah adalah perselisihan dalam Uni Eropa (UE) pada apakah negara-negara individu harus diizinkan untuk berpegang pada terpakai emisi gas rumah kaca kuota - apa yang disebut "udara panas". Tunjangan sisa ini, diperkirakan total sekitar 13 miliar ton CO2, yang diberikan di bawah leg pertama Kyoto.Anggota Uni Eropa Polandia dan beberapa negara lain bersikeras mempertahankan tradeable mereka "udara panas" ke periode tindak lanjut Kyoto - langkah keras ditentang oleh negara-negara berkembang dan negara-negara kepulauan yang mengatakan ini lebih lanjut akan meningkatkan gas rumah kaca ke tingkat berbahaya.
Pembicaraan Doha dimaksudkan untuk menetapkan target jangka waktu dan negara untuk periode kedua Kyoto, yang mengikat sekitar 40 negara kaya dan Uni Eropa untuk membatasi emisi tetapi tidak termasuk dua pencemar terbesar - AS, yang menolak untuk meratifikasinya, dan China .
Bidang lain permasalahan adalah uang.Negara-negara maju juga diminta untuk menunjukkan bagaimana mereka berniat untuk memenuhi janji untuk meningkatkan pendanaan untuk rencana mitigasi negara-negara miskin 'iklim menjadi $ 100 miliar per tahun pada tahun 2020 - naik dari total $ 30 miliar pada tahun 2010-2012.Negara berkembang mengatakan mereka membutuhkan total $ 60 miliar dari sekarang untuk 2015 - tetapi tidak ada komitmen yang telah dibuat.
Sumber: AFP
Dampak Positif Pemanasan Global
Informasi yang baru-baru ini dirilis Kompas
menyebutkan bahwa salah satu dampak positif pemanasan global adalah
meningkatnya kapasitas pohon dan tumbuh-tumbuhan dalam penampungan
karbondioksida.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Marine Biological Laboratory,
Amerika Serikat mengungkapkan bahwa menghangatnya iklim telah merangsang
penangkapan dan penyimpanan karbondioksida pada bagian tanaman dalam
jumlah lebih besar. Banyaknya karbon yang terserap saat tumbuhan
melakukan proses fotosintesis disebabkan lebih banyak nitrogen yang
memungkinkan untuk dibuat dalam kondisi suhu tanah hangat.
Menurut pemimpin penelitian Jerry Melillo, pohon-pohon di Amerika
Serikat umumnya sangat terbatas kandungan nitrogennya. “Kami menemukan
bahwa pemanasan global telah memerangkap senyawa nitrogen di dalam tanah
berupa nitrogen organik, untuk dilepaskan sebagai senyawa anorganik.
Ketika pohon menyerap nitrogen anorganik ini, pertumbuhannya akan lebih
cepat dan menampung lebih banyak karbon,” papar Melillo.
Tak hanya itu, Melillo mengungkapkan bahwa keseimbangan jumlah karbon
di ekosistem hutan untuk dekade-dekade selanjutnya saat fenomena
perubahan iklim terjadi akan bergantung pada aneka faktor lain, misalnya
ketersediaan air, efek peningkatan temperatur bagi fotosintesis dan
respirasi, serta konsentrasi karbondioksida di lapisan atmosfer.
Pohon raksasa
Perdagangan Karbon
Yang pasti buakan jual arang untuk bakar sate maupun jual-beli arang aktif, akan tetapi pembayaran kompensasi
diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan
lingkungan yang dibuat.
Kompensasi ini dikenal dengan Perdagangan Karbon,
yaitu Negara maju yang telah banyak mengeluarkan emisi karbon, yang menjadi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer,
harus membayar ke negara-negara dunia ketiga terutama negara sedang berkembang seperti Indonesia. Negara berkembang ini diharuskan mempertahankan atau melestarikan hutan dan ekosistemnya.
Salah satunya asap karbondioksida (CO2) yang
dihasilkan pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah terlalu sesak dan
memenuhi atmosfer bumi kita, yang berakibat naiknya suhu bumi Global Warming serta pertambahan lubang dilapisan ozon yang semakin
luas.
Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan
mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan di Indonesia, Brasilia, Asia
Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea. Jadi singkatnya, negara-negara yang maju industrinya (tapi juga paling
maju dalam hal merusak lingkungan) harus membayar kompensasi kepada
Negara yang memiliki luasan hutan yang besar terutama Brazil dan
Indonesia atas polusi industrinya. Karena hanya hutanlah yang mampu
menyerap asap CO2 yang ada di atmosfir.
Jadi semacam peraturan: SIAPA KENTUT HARUS BAYAR
Jadi semacam peraturan: SIAPA KENTUT HARUS BAYAR
Di Chicago, Amerika Serikat telah terbentuk bursa
efek yang menangani perdagangan emisi atau karbon
dunia. Terkait hal ini tidaklah berarti harus mengekspor karbon yang dimiliki banyak hutan untuk memperoleh devisa. Namun sebaliknya tim ahli independen yang akan datang dan menilai kemampuan hutan yang dimiliki suatu wilayah dalam penyerapan dan menyimpan karbon dalam ekosistemnya.
dunia. Terkait hal ini tidaklah berarti harus mengekspor karbon yang dimiliki banyak hutan untuk memperoleh devisa. Namun sebaliknya tim ahli independen yang akan datang dan menilai kemampuan hutan yang dimiliki suatu wilayah dalam penyerapan dan menyimpan karbon dalam ekosistemnya.
Karbon Indonesia
Indonesia saat ini hanya memiliki hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga dipasaran per Hektar dengan luasan hutan yang ada.
Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.
Indonesia saat ini hanya memiliki hutan sekitar 90-an juta Hektar saja, itupun tak semuanya dalam kondisi baik. Jadi kalau mau tau keuntungan yang diperoleh Indonesia ya tinggal mengalikan saja harga dipasaran per Hektar dengan luasan hutan yang ada.
Indonesia baru akan menjual potensi hutannya selepas tahun 2012 nanti, atau setelah Kyoto Protokol (2008-2012) berakhir. Namun saat ini sudah banyak lembaga internasional dan perusahaan asing datang ke Indonesia, dan mereka langsung ke kabupaten dan provinsi untuk menawarkan membeli karbon Oleh karena itu tugas bagi pemeritah untuk membuat peraturan untuk perdagangan karbon ini. Tentu Indonesia tidak ingin ada perjanjian yang merugikan. Harga karbon, durasi perjanjian, distribusi benefit-nya harus dipikirkan. Serta peran dari masyarakat dan tentunya “orang-orang kehutanan” sangat diperlukan untuk merehabilitasi hutan yang rusak dan melestarikan hutan yang ada.
Google Ikut Berperan
Google menginginkan penetapan harga atas karbon.
Bukan sekadar untuk memerangi pemanasan global, namun karena
perdagangan karbon adalah bisnis yang menjanjikan. Dan Reicher mantan
asisten menteri di Departemen Energi yang sekarang menangani investasi Google
di bidang energi bersih mengatakan, ”Memberi harga yang berbobot atas
karbon akan mendekatkan kita pada pengurangan emisi yang signifikan
sekaligus mempercepat peningkatan pembangunan lokal dan adopsi
teknologi.” Bagian terakhir inilah yang baik bagi bisnis.
“Harga
karbon sangat berperan dalam meningkatkan persaingan di bidang
teknologi yang menjanjikan pengurangan emisi yang signifikan, bantuan
bagi sekuritas energi, serta menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas
Reicher. Ia juga mengungkapkan bahwa penetapan harga atas karbon akan
menderaskan investasi di bidang inovasi energi. Uang tersedia untuk
melaksanakan investasi yang signifikan, namun aliran dana terhambat
karena belum ada insentif di sana.
Ada
banyak cara untuk mendapatkan harga karbon. Dalam kemasan apa pun,
harga karbon akan mendatangkan keuntungan bagi banyak pihak. Google
berharap Senat AS akan bertindak cepat untuk melaksanakan apa yang
diprediksi dapat menciptakan titik terang dalam perekonomian yang sedang
mengalami penurunan.
Pasar Karbon Sukarela
Adalah sebuah pasar dimana terdapat
perjual-belian kredit karbon yang tidak terikat oleh peraturan-peraturan
dan target pengurangan emisi sebuah negara tertentu. Skala pasar karbon
ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan pasar karbon konvensional, namun berpotensi untuk berkembang dengan signifikan.
Di dalam pasar ini, pembeli adalah individu, organisasi, perusahaan
atau badan lainnya yang membeli kredit karbon dengan tujuan mengimbangi
emisi gas rumah kaca
mereka secara sukarela. Sebagai contoh, seorang individu dapat membeli
kredit karbon untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan
oleh mobilnya atau rumahnya.
Pendapatan hasil penjualan kredit karbon biasanya dipakai untuk
mendanai proyek-proyek yang mengurangi emisi gas rumah kaca, baik jangka
pendek maupun jangka panjang. Beberapa contoh populer adalah program
penanaman pohon, reforestasi, efisiensi energi, dan proyek energi terbarukan.
Untuk memverifikasi pengurangan emisi karbon, terdapat standar formal seperti VCS (Voluntary Carbon Standard),
yang mengeluarkan sebuah sertifikasi berdasarkan kolaborasi dengan
pihak emitor, regulator, ahli lingkungan dan pengembang proyek.
Prospek Harga Karbon
Menurut
prediksi Barclays Capital, salah satu perusahaan investasi terbesar di
Inggris, perdagangan karbon bisa menjadi perdagangan terbesar di dunia.
Tahun 2007, Barclays sudah melakukan transaksi 30 milyar dollar AS dan
dalam sepuluh tahun kemudian mereka menetapkan target 1 triliun dollar
AS. [catatan: Barclays dimiliki oleh Rothschild. Masih ingat Rothschild?
Baca: Konspirasi Dollar, The Fed, Israel)
Mark
Fulton, Kepala Strategic Planning and Climate Change Strategist
Deutsche Bank mengatakan, “Percaya atau tidak, pasar-pasar investasi
telah diciptakan dan investasi ini akan tumbuh secara signifikan sampai
20-30 tahun yang akan datang.” Fulton memprediksi hingga tahun 2013 akan
terjadi transaksi sebesar 60 milyar euro di Pasar Karbon Eropa. Di
sejumlah negara, perdagangan karbon bahkan sudah diatur seperti halnya
perdagangan saham.
Al
Gore, mantan wakil presidan AS era Clinton, yang kini beralih profesi
menjadi aktivis perlindungan iklim, ternyata juga mengais dollar dari
bisnis karbon. Bulan Februari 2008, Al Gore meraih Penghargaan Dan
David Foundation dari Israael atas jasanya di bidang lingkungan hidup
dan hadiah 1 juta dollar. Menurut Fast Company Magazine, saat Gore
meninggalkan jabatan sebagai wapres tahun 2001, kekayaannya hanya 1 juta
dollar, dan tahun 2007 dia menyimpan lebih 100 juta dolar.Perubahan Iklim
Perubahan
iklim pada hakikatnya adalah sebuah keniscayaan. Iklim bumi bersifat
dinamis dan senantiasa berubah melalui siklus alamiah. Perubahan ini
dapat dideteksi dan diteliti oleh para pakar melalui bukti-bukti ilmiah
yang tersimpan dalam lingkaran-lingkaran kambium pohon, inti lapisan es
dan endapan lautan. Nyata sekali bahwa perubahan iklim dewasa ini
nampak memiliki sebuah kecenderungan yang bersifat konstan, yakni
meningkatnya temperatur global.
Perdebatannya
terletak pada penyebab perubahan iklim. Sebagian pihak menyatakan
bahwa perubahan iklim normal terjadi karena fluktuasi yang bersifat
alamiah. Yang lain berpendapat bahwa perubahan iklim disebabkan oleh
aktivitas manusia. Kenyataan yang benar adalah: perubahan iklim yang
terjadi belakangan ini memiliki penyebab yang beragam, namun dipercepat
secara signifikan oleh aktivitas manusia.
Pada
Februari 2007, sebuah panel internasional para ahli yang tergabung
dalam Inter-Governmental Panel on Climate Change (IPCC) mengumumkan
temuannya yang menyatakan secara konklusif bahwa:
- Pemanasan global sedang terjadi
- Peningkatan temperatur global adalah dampak dari aktivitas manusia
- Dengan tren yang ada sekarang, temperatur yang bersifat ekstrem, gelombang panas, dan hujan lebat akan terus mengalami peningkatan frekuensi. Temperatur bumi dan lautan akan terus meningkat dalam milennium selanjutnya.
Mengapa
aktivitas manusia menjadi penyebab utama perubahan iklim? Jawabannya
terletak pada bahan bakar fosil dan gas rumah kaca. Revolusi Industri
di abad 19 memulai penggunaan bahan bakar secara besar-besaran untuk
aktivitas industri. Industri-industri tersebut menciptakan lapangan
pekerjaan dan memicu relokasi penduduk dari desa ke kota. Tren ini
bahkan berlanjut sampai sekarang. Lahan yang tadinya hijau terus
diratakan untuk menyediakan tanah bagi perumahan. Sumber daya alam yang
ada terus digunakan secara intensif untuk kebutuhan konstruksi,
industri, transportasi dan konsumsi. Sampah dan limbah mengalami
peningkatan debit volume berlipat ganda.
Seluruh
hal di atas berujung di satu hal: meningkatnya konsentrasi gas-gas
rumah kaca di atmosfer bumi. Mereka disebut demikian karena efek yang
ditimbulkan menyerupai lapisan kaca dari sebuah rumah kaca. Matahari
tetap leluasa memancarkan radiasi ke bumi, namun pantulan radiasi
tersebut oleh permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas rumah kaca tadi.
Selanjutnya, lapisan bawah atmosfer bumi secara lambat tapi pasti,
mengalami peningkatan temperatur.
Sejatinya,
efek rumah kaca seperti ini adalah sebuah proses alamiah yang penting
demi memungkinkan kehidupan di atas bumi. Tanpanya, bumi akan menjadi
sebuah tempat yang tak mungkin ditinggali oleh sebagian besar makhluk
hidup yang ada sekarang. Masalahnya terletak pada manusia yang
menyebabkan peningkatan pemanasan global melalui emisi gas-gas rumah
kaca ke atmosfer bumi. Inilah yang mengubah keseimbangan alami efek
rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca yang diproduksi, semakin
banyak radiasi matahari yang “terperangkap” di lapisan atmosfer kita.
Fenomena inilah yang sekarang sedang terjadi: pemanasan global pada
lapisan bawah atmosfer karena terus meningkatnya akumulasi emisi gas
rumah kaca.
Fajar Jasmin
Source: http://iklimkarbon.com
Baca juga:
TEHNOLOGI ANTISIPASI TSUNAMI JEPANG DIUJI GEMPA SKALA 8,9
Jepang 11 Maret 2011, bencana gempa disertai tsunami melanda Negara jepang dimana dalam video tsunami jepang yang terjadi pada hari ini 11 maret 2011 ini kita bisa melihat betapa dahsyatnya luapan air bah serta gempa yang berkekuatan 8.8 SR tersebut, selain video ini kita bisa melihat siaran langsung dari reuters bagaimana kedasayatan bencana tsunami serta gempa bumi di jepang ini
Gempa yang mengguncang kota Tokyo ini di kabarkan meruapkan gempa terbesar dalam 7 tahun. Selain gempa Gelombang tsunami telah menerjang di beberapa wilayah, meliputi Kota Onahama, wilayah Fukushima. Sampai sekarang belum diketahui nama-nama korban dalam bencana alamtsunami jepang 11 maret 2011 ini gelombang tsunami dilaporkan mencapai ketinggian empat meter. Di tempat lain, ketinggian tsunami dilaporkan setinggi 10 meter.
Antisipasi Tsunami Jepang
Jepang memiliki beberapa organisasi yang menangani bencana alam diantaranya Japan Metorological Agency (JMA), Geology Survey Japan (GSJ) dan Earth Remote Sensing Data Analysis Center (ERSDAC).
Sebagai badan utama, JMA mengoperasikan jaringan pengamatan gempa berupa 200 alat seismograf dan 600 seismik intensif. Mereka juga mengumpulkan data dari 3.600 alat pengukur seismik yang dikelola pemerintah daerah dan National Research Institute for Earth Science and Disaster Prevention (NIED). Data ini juga masuk di bagian Earthquake Phenomena Observation System (EPOS) di Tokyo dan Observatorium Meteorologi di distrik Osaka.
Ketika gempa terjadi, JMA segera mendapatkan informasi mengenai hiposenter, magnitudo gempa dan intensitas seismik. Jika intensitas gempa lebih besar dari tiga, lembaga ini segera mengeluarkan laporan gempa. Informasi biasanya keluar kurang dari setengah menit setelah gempa.
Selanjutnya, informasi diberikan kepada pejabat pencegahan bencana melalui jaringan komunikasi khusus untuk mencapai masyarakat di sektiar gempa lewat pemerintah daerah dan media. Bagi Jepang, informasi ini berperan sangat penting untuk memulai operasi penyelamatan terkait gempa dan dampak lanjutan, tsunami misalnya. Intensitas gempa di Jepang menggunakan skala 1 sampai 7 dengan nilai 7 tertinggi.
Sistem Peringatan Dini Gempa Jepang memberikan pengumuman perkiraan intensitas seismik dan estimasi perkiraan waktu kedatangan gerak pokok pada saat gempa awal terjadi. Estimasi ini didasarkan pada analisis segera fokus gempa dan gelombang besar dengan menggunakan data yang diperoleh dari seismograf di dekat pusat gempa.
Sistem Peringatan Dini Gempa ditujukan untuk mengurangi kerusakan gempa terkait dengan tindakan pencegahan yang memungkinkan seperti segera memperlambat kereta, mengendalikan lift untuk menghindari bahaya dan memungkinkan orang untuk dengan cepat melindungi diri di berbagai lingkungan seperti pabrik, kantor, rumah dan dekat tebing.
Untuk tsunami sendiri, setelah Gempa, JMA langsung memperkirakan kemungkinan tsunami dari data observasi seismik. Jika tsunami mungkin terjadi di daerah pesisir, JMA mengeluarkan peringatan Tsunami sekitar dua menit setelah gempa. Jika tsunami terjadi di wilayah yang jauh, JMA akan melakukan koordinasi langsung dengan Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii.
Di Jepang, wilayah paling berbahaya adalah kawasan gempa Tokai, biasanya gempa berkekuatan di atas 8 SM. Ini terletak di daerah Suruga Bay. Mekanisme yang mereka lakukan sangat terperinci di mana setiap badan harus tahu seluruh kejadian saat berlangsung.
Persiapan detil memang harus dilakukan mengingat Jepang memiliki 108 gunung vulkanik aktif dengan sekitar 15 gempa vulkanik setiap tahun.
Mirip Tsunami Aceh
Ahli tsunami menganggap dampak tsunami Jepang mirip dengan bencana tsunami di Aceh, 2004 silam. Meskipun begitu, Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.
“Karena waktu terjadinya tsunami, energi yang dikeluarkan menyebar ke seluruh wilayah sekitarnya secara luas. Ini sama seperti peristiwa Aceh di mana kawasan Sri Lanka, India hingga Afrika Selatan terkena dampak. Padahal, tidak tergolong dekat,” ujar ahli tsunami dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hamzah Latief .
Tsunami Jepang juga berdampak sangat luas hingga menjangkau seluruh kawasan pasifik, termasuk Indonesia, Taiwan, Rusia, Pulau Marcus, Guam, Filipina hingga Amerika Serikat.
“Tidak semua kawasan di Indonesia yang terkena dampak ini. Hanya kawasan yang menghadap pasifik utara,” ujar Hamzah Latief lagi.
Wilayah pasifik Jepang memiliki jalur membujur yang sama dengan wilayah timur Indonesia, Alaska hingga Rusia, yang termasuk dalam cincin api.
Dari Jepang ini, Cincin Api pecah menjadi dua. Pertama, ke barat cincin ini menyusur ke Filipina, lalu kepulauan di atas Sulawesi Utara, Maluku Utara, selanjutnya menyusur ke selatan ke wilayah Maluku, Nusa Tenggara. Jalur ini kemudian berbelok ke barat menyusuri daerah perairan selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, lalu di wilayah Asia bagian selatan.
Meskipun terdengar menyeramkan, Hamzah Latief mengklaim wilayah Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.
“Tidak terlalu berdampak besar. Yang dikhawatirkan hanyalah kapal kecil dan kapal tanker terhadap gelombang tinggi,” katanya.
Catatan Tsunami Besar Dunia
Tsunami Aceh (Samudera Hindia)
Tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 disebabkan gempa bumi tektonik yang berkekuatan 9,2 Skala Richter. Besarnya kekuatan energi akibat gempa menyebabkan tinggi gelombang tsunami mencapai 30 meter dan menerjang serta menyapu daratan hingga sejauh ratusan meter.
Bencana yang dikenal dengan nama Tsunami Samudera Hindia 2004 ini, selain melanda Aceh, juga menyapu berbagai kawasan di sejumah negara, seperti Thailand, India, Srilanka, dan kawasan di bagian timur Afrika. Tercatat ratusan ribu orang tewas dimana 230 ribu orang diantaranya adalah penduduk Aceh.

Tsunami Alaska
Tsunami yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 8,4 Skala Richter ini terjadi pada tanggal 27 Maret 1964 di Valdez inlet. Gempa ini menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 67 meter dan kecepatan gelombang 400 mil perjam. Meskipun cukup besar kekuatannya namun jumlah korban tewas tercatat kurang dari 150 orang

Tsunami Teluk Lituya Alaska
Alaska merupakan daerah yang rawan gempa. Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter yang terjadi di Teluk Lituya Alaska pada tanggal 9 Juli 1958 menyebabkan tanah longsong yang hebat. Longsoran inilah yang menimbulkan tsunami yang sangat besar dan menciptakan gelombang yang sangat tinggi. Namun karena kondisi geologisnya yang terisolasi dan jauh dari pemukiman, hanya sedikit saja korban tewas yang terjadi.
Gempa besar di Alaska menimbulkan gelombang besar di Hawaii. Bencana yang sering disebut sebagai misteri "April Fools Tsunami" itu menewaskan 159 orang.

Tsunami Chilie
Bencana alam ini yang terjadi pada tanggal 22 Mei 1960 di Chilie ini disebabkan gempa bumi 8,6 Skala Richter. Gempa yang sangat besar ini menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 25 meter dan merusak kawasan pantai hanya dalam waktu 15 menit. Tak kurang dari 1.500 orang tewas di hawai dan Chilie pada bencana ini.
Tsunami Jepang
Gempa bumi menjadi penyebab terjadinya tsunami yang memporakporandakan pantai Timur Jepang pada tanggal 15 Juni 1896. Gelombang tsunami yang ditimbulkan mencapai ketinggian 30 meter dan menewaskan tak kurang dari 27 ribu orang.
Tsunami Krakatau
Tsunami ini terjadi akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Letusan gunung yang berada di tengah laut ini menimbulkan tsunami besar dan menewaskan tak kurang dari 36 ribu penduduk di sepanjang pantai bagian barat Pulau Jawa dan Sumatera bagain utara. Bahkan sekitar 600 ton blok terumbu karang rusak dan terseret ke pantai akibat tsunami ini. Ini termasuk tsunami terbesar di dunia akibat letusan gunung berapi.
Tsunami Lisbon
Bencana alam yang terjadi pada tanggal 1 November 1755 ini terkesan seperti dalam film. Awalnya terjadi gempa bumi dahsyat yang terjadi dan merusak banyak kawasan di Lisbon, Portugal. Ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu, tak lama kemudian terjadi tsunami yang tak kalah dahsyatnya. Tak kurang dari 60 ribu orang tewas dalam bencana alam yang tercatat sangat mengerikan dan menjadi tsunami terbesar di dunia.
Gelombang tsunami setelah gempa 8,9 SR mengguncang Jepang.
Gempa yang mengguncang kota Tokyo ini di kabarkan meruapkan gempa terbesar dalam 7 tahun. Selain gempa Gelombang tsunami telah menerjang di beberapa wilayah, meliputi Kota Onahama, wilayah Fukushima. Sampai sekarang belum diketahui nama-nama korban dalam bencana alamtsunami jepang 11 maret 2011 ini gelombang tsunami dilaporkan mencapai ketinggian empat meter. Di tempat lain, ketinggian tsunami dilaporkan setinggi 10 meter.
Antisipasi Tsunami Jepang
Jepang memiliki beberapa organisasi yang menangani bencana alam diantaranya Japan Metorological Agency (JMA), Geology Survey Japan (GSJ) dan Earth Remote Sensing Data Analysis Center (ERSDAC).
Sebagai badan utama, JMA mengoperasikan jaringan pengamatan gempa berupa 200 alat seismograf dan 600 seismik intensif. Mereka juga mengumpulkan data dari 3.600 alat pengukur seismik yang dikelola pemerintah daerah dan National Research Institute for Earth Science and Disaster Prevention (NIED). Data ini juga masuk di bagian Earthquake Phenomena Observation System (EPOS) di Tokyo dan Observatorium Meteorologi di distrik Osaka.
Ketika gempa terjadi, JMA segera mendapatkan informasi mengenai hiposenter, magnitudo gempa dan intensitas seismik. Jika intensitas gempa lebih besar dari tiga, lembaga ini segera mengeluarkan laporan gempa. Informasi biasanya keluar kurang dari setengah menit setelah gempa.
Selanjutnya, informasi diberikan kepada pejabat pencegahan bencana melalui jaringan komunikasi khusus untuk mencapai masyarakat di sektiar gempa lewat pemerintah daerah dan media. Bagi Jepang, informasi ini berperan sangat penting untuk memulai operasi penyelamatan terkait gempa dan dampak lanjutan, tsunami misalnya. Intensitas gempa di Jepang menggunakan skala 1 sampai 7 dengan nilai 7 tertinggi.
Sistem Peringatan Dini Gempa Jepang memberikan pengumuman perkiraan intensitas seismik dan estimasi perkiraan waktu kedatangan gerak pokok pada saat gempa awal terjadi. Estimasi ini didasarkan pada analisis segera fokus gempa dan gelombang besar dengan menggunakan data yang diperoleh dari seismograf di dekat pusat gempa.
Sistem Peringatan Dini Gempa ditujukan untuk mengurangi kerusakan gempa terkait dengan tindakan pencegahan yang memungkinkan seperti segera memperlambat kereta, mengendalikan lift untuk menghindari bahaya dan memungkinkan orang untuk dengan cepat melindungi diri di berbagai lingkungan seperti pabrik, kantor, rumah dan dekat tebing.
Untuk tsunami sendiri, setelah Gempa, JMA langsung memperkirakan kemungkinan tsunami dari data observasi seismik. Jika tsunami mungkin terjadi di daerah pesisir, JMA mengeluarkan peringatan Tsunami sekitar dua menit setelah gempa. Jika tsunami terjadi di wilayah yang jauh, JMA akan melakukan koordinasi langsung dengan Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii.
Di Jepang, wilayah paling berbahaya adalah kawasan gempa Tokai, biasanya gempa berkekuatan di atas 8 SM. Ini terletak di daerah Suruga Bay. Mekanisme yang mereka lakukan sangat terperinci di mana setiap badan harus tahu seluruh kejadian saat berlangsung.
Persiapan detil memang harus dilakukan mengingat Jepang memiliki 108 gunung vulkanik aktif dengan sekitar 15 gempa vulkanik setiap tahun.
Mirip Tsunami Aceh
Ahli tsunami menganggap dampak tsunami Jepang mirip dengan bencana tsunami di Aceh, 2004 silam. Meskipun begitu, Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.
“Karena waktu terjadinya tsunami, energi yang dikeluarkan menyebar ke seluruh wilayah sekitarnya secara luas. Ini sama seperti peristiwa Aceh di mana kawasan Sri Lanka, India hingga Afrika Selatan terkena dampak. Padahal, tidak tergolong dekat,” ujar ahli tsunami dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Hamzah Latief .
Tsunami Jepang juga berdampak sangat luas hingga menjangkau seluruh kawasan pasifik, termasuk Indonesia, Taiwan, Rusia, Pulau Marcus, Guam, Filipina hingga Amerika Serikat.
“Tidak semua kawasan di Indonesia yang terkena dampak ini. Hanya kawasan yang menghadap pasifik utara,” ujar Hamzah Latief lagi.
Wilayah pasifik Jepang memiliki jalur membujur yang sama dengan wilayah timur Indonesia, Alaska hingga Rusia, yang termasuk dalam cincin api.
Dari Jepang ini, Cincin Api pecah menjadi dua. Pertama, ke barat cincin ini menyusur ke Filipina, lalu kepulauan di atas Sulawesi Utara, Maluku Utara, selanjutnya menyusur ke selatan ke wilayah Maluku, Nusa Tenggara. Jalur ini kemudian berbelok ke barat menyusuri daerah perairan selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, lalu di wilayah Asia bagian selatan.
Meskipun terdengar menyeramkan, Hamzah Latief mengklaim wilayah Indonesia tidak akan terkena dampak signifikan.
“Tidak terlalu berdampak besar. Yang dikhawatirkan hanyalah kapal kecil dan kapal tanker terhadap gelombang tinggi,” katanya.
Catatan Tsunami Besar Dunia
Tsunami Aceh (Samudera Hindia)
Tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 disebabkan gempa bumi tektonik yang berkekuatan 9,2 Skala Richter. Besarnya kekuatan energi akibat gempa menyebabkan tinggi gelombang tsunami mencapai 30 meter dan menerjang serta menyapu daratan hingga sejauh ratusan meter.
Bencana yang dikenal dengan nama Tsunami Samudera Hindia 2004 ini, selain melanda Aceh, juga menyapu berbagai kawasan di sejumah negara, seperti Thailand, India, Srilanka, dan kawasan di bagian timur Afrika. Tercatat ratusan ribu orang tewas dimana 230 ribu orang diantaranya adalah penduduk Aceh.

Tsunami Alaska
Tsunami yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 8,4 Skala Richter ini terjadi pada tanggal 27 Maret 1964 di Valdez inlet. Gempa ini menimbulkan gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 67 meter dan kecepatan gelombang 400 mil perjam. Meskipun cukup besar kekuatannya namun jumlah korban tewas tercatat kurang dari 150 orang

Tsunami Teluk Lituya Alaska
Alaska merupakan daerah yang rawan gempa. Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter yang terjadi di Teluk Lituya Alaska pada tanggal 9 Juli 1958 menyebabkan tanah longsong yang hebat. Longsoran inilah yang menimbulkan tsunami yang sangat besar dan menciptakan gelombang yang sangat tinggi. Namun karena kondisi geologisnya yang terisolasi dan jauh dari pemukiman, hanya sedikit saja korban tewas yang terjadi.
Gempa besar di Alaska menimbulkan gelombang besar di Hawaii. Bencana yang sering disebut sebagai misteri "April Fools Tsunami" itu menewaskan 159 orang.
Pada tanggal 9 Juli 1958 Gempa berkekuatan 8,3 SR di Alaska menyebabkan gelombang besar hingga 76 meter di Teluk Lituya, Alaska. Ini merupakan tsunami terbesar yang tercatat di zaman modern. Untung saja, tsunami terjadi di tempat terisolir, sehingga tidak menimbulkan banyak korban. Tsunami ini hanya menyebabkan dua nelayan meninggal dunia, karena kapalnya karam diterjang ombak.
Tsunami Chilie
Bencana alam ini yang terjadi pada tanggal 22 Mei 1960 di Chilie ini disebabkan gempa bumi 8,6 Skala Richter. Gempa yang sangat besar ini menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 25 meter dan merusak kawasan pantai hanya dalam waktu 15 menit. Tak kurang dari 1.500 orang tewas di hawai dan Chilie pada bencana ini.
Tsunami Jepang
Gempa bumi menjadi penyebab terjadinya tsunami yang memporakporandakan pantai Timur Jepang pada tanggal 15 Juni 1896. Gelombang tsunami yang ditimbulkan mencapai ketinggian 30 meter dan menewaskan tak kurang dari 27 ribu orang.
Tsunami Krakatau
Tsunami ini terjadi akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Letusan gunung yang berada di tengah laut ini menimbulkan tsunami besar dan menewaskan tak kurang dari 36 ribu penduduk di sepanjang pantai bagian barat Pulau Jawa dan Sumatera bagain utara. Bahkan sekitar 600 ton blok terumbu karang rusak dan terseret ke pantai akibat tsunami ini. Ini termasuk tsunami terbesar di dunia akibat letusan gunung berapi.
Tsunami Lisbon
Bencana alam yang terjadi pada tanggal 1 November 1755 ini terkesan seperti dalam film. Awalnya terjadi gempa bumi dahsyat yang terjadi dan merusak banyak kawasan di Lisbon, Portugal. Ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu, tak lama kemudian terjadi tsunami yang tak kalah dahsyatnya. Tak kurang dari 60 ribu orang tewas dalam bencana alam yang tercatat sangat mengerikan dan menjadi tsunami terbesar di dunia.
ZONA AMAN GUNUNG BERAPI
Empat belas orang menjadi korban tewas akibat awan panas dari erupsi Gunung
Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut), Sabtu (1/2). Dari
jumlah itu, empat korban belum berhasil diidentifikasi. Korban berada di lintasan awan panas di Desa Sukameriah di radius 3 km dari puncak kawah Gunung Sinabung.
Iklim Benar-benar Telah Kacau
Hujan di Bulan Juni
Hujan di bulan April dan Mei kita rasakan suatu fenomena luar biasa apalagi sampai bulan Juni masih hujan maka bagi kita orang awam mengagap suatu keanehan. Usia Saya hampir setengah abad (51 tahun) berarti sudah sekian kali merasakan rutinitas pergantian musim tropis dari musim hujan berubah panas dan sebaliknya, perubahan musim yang biasa terjadi sesuai dengan bulan-bulan langganan musim hujan atau panas.
Fenomena alam saat ini seolah-olah semua hari menjadi musim hujan, kondisi ini kita masih boleh bersyukur karena tiap hari secara umum kebutuhan air masih mudah, coba kita bayangkan andai saja terjadi giliran perubahan yaitu tiap hari musim kemarau. Taruhlah selama tahun 2011 musim kemarau dengan hari-hari selalu tanpa hujan, bagaimana kita mensikapi dengan keterbatasan air (mudah-mudahan tidak terjadi).
Pemanfaatan Sampah
PEMANFAATAN SAMPAH
PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PEMANASAN GLOBALlimbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak (wikipedia).
Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk
Sampah dapat berada pada setiap fase materi yitu fase padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yaitu cair dan gas, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa masuknya sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai peristiwa pencemaran lingkungan (Pasymi).
Berdasarkan sumbernya sampah terbagi menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Sedangkan berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi dua yaitu 1) sampah organik atau sampah yang dapat diurai (degradable) contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dll, 2) sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable) contohnya plastik, botol, kaleng dll.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Laju pengurangan sampah lebih kecil dari pada laju produksinya. Hal ini lah yang menyebabkan sampah semakin menumpuk di setiap penjuru kota.
Besarnya timbunan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota apalagi daerah di sekitar tempat penumumpukan. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.
Selain penumpukan di tempat pembuangan sementra (TPS), sampah pun akan semakin meningkat jumlah nya di tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan semakin bertumpuknya sampah di TPA-TPA, akan lebih berpeluang menimbulkan bencana seperti yang terjadi di salah satu TPA yang ada di Bandung beberapa tahun lalu. Bencana longsong yang terjadi di TPA tersebut terjadi karena adanya akumulasi panas dalam tumpukan sampah yang pada akhirnya menimbulkan ledakan yang sangat hebat. Karena ledakan inilah maka sampah-sampah tersebut longsor dan menimbun puluhan rumah serta pemiliknya. Tak kurang dari 100 orang meninggal karena peristiwa ini. Dari kejadian tersebut kita harus berfikir keras bagaimana agar bencana serupa tidak trjadi di TPA-TPA yang lainnya.
Selain dampak yang telah disebutkan tadi, secara tidak langsung sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrooksida (N2O). Dari tumpukan sampah ini akan dihasilkan ber ton-ton gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas metana (CH4) dapat dirubah menjadi sumber energi yang akhirnya bisa bermanfaat bagi manusia. Sedangkan untuk gas karbondioksida (CO2), sampai saat ini belum ada pemanfaatan yang signifikan.
Akan tetapi proses perubahan gas metana (CH4) menjadi energi tetap saja menghadapi kendala diantaranya adalah kurangnya prospek dari segi ekonomi, yang akhirnya membuat perkembangannya masih tetap jalan ditempat dan entah kapan akan maju. Akibatnya gas metana (CH4) yang dihasilkan dari tumpukan sampah hanya dapat dibiarkan saja mengapung keudara tanpa bisa dimanfaatkan.
Gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di TPA-TPA pun tidak hanya berasal dari penumpukan sampah-sampah saja. Tetapi berasala juga dari pembakaran-pembakaran sampah plastik yang di lakukan oleh pemulung. Para pemulung ini membakar sampah plastik untuk lebih memudahkan dalam memilih sampah-sampah yang tidak bisa dibakar seperti besi. Padahal dengan pembakaran ini akan sangat merugikan terutama bagi kesehatan masyarakat disekitar tempat pembakaran. Besarnya gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran tentu saja akan semakin meningkatkan temperatur di permukaan bumi ini. selain itu abu dari sisa pembakaran sampah akan menimbulkan gangguan pernafasan pada masyarakat sekitar.
Gas karbondioksida (CO2) dalam jumlah besar, pembakaran sampah akan menghasilkan senyawa yang disebut dioksin. Dioksin adalah istilah yang umum dipakai untuk salah satu keluarga bahan kimia beracun yang mempunyai struktur kimia yang mirip serta mekanisma peracunan yang sama. Keluarga bahan kimia beracun ini termasuk :
- Tujuh Polychlorinated Dibenzo Dioxins (PCDD);
- Duabelas Polychlorinated Dibenzo Furans (PCDF);
- Duabelas Polychlorinated Biphenyls (PCB).
Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dari pembakaran yaitu seperti yang diterangkan dalam web wahli. Ada empat prinsip yang dapat digunakan dalam menangani maslah sampah ini. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:
- Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
- Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
- Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
- Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
Reuse (menggunakan kembali) berarti menghemat dan mengurangi sampah dengan cara menggunakan kembali barang-barang yang telah dipakai. Apa saja barang yang masih bisa digunakan, seperti kertas-kertas berwarna-warni dari majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk bungkus kado yang menarik. Menggunakan kembali barang bekas adalah wujud cinta lingkungan, bukan berarti menghina.
Recycle (mendaur ulang) juga sering disebut mendapatkan kembali sumberdaya (resource recovery), khususnya untuk sumberdaya alami. Mendaur ulang diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk barang-barang yang tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas, alumunium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang ialah memisahkar sampah yang sejenis dalam satu kelompok.
Composting merupakan proses pembusukan secara alami dari materi organik, misalnya daun, limbah pertanian (sisa panen), sisa makanan dan lain-lain. Pembusukan itu menghasilkan materi yang kaya unsur hara, antara lain nitrogen, fosfor dan kalium yang disebut kompos atau humus yang baik untuk pupuk tanaman. Di Jakarta, pembuatan kompos dilakukan dengan menggunakan sampah organik
Langganan:
Postingan (Atom)











