Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Era Ekonomi Kreatif
![]() |
| John Howkins |
Munculnya ekonomi kreatif mencerminkan pergeseran besar terjadi dalam dunia ekonomi, pergeseran dari ekonomi yang berdasarkan pada produksi barang ke ekonomi berdasarkan penyediaan layanan. Perubahan ini diharapkan seperti transformasi ekonomi di tahun 1700-an dari ekonomi agraris ke masyarakat industri. Perubahan terakhir setelah beberapa waktu sebelumnya, dunia dihadapi dengan konsep ekonomi informasi yang mana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi.
Bagaimana Batu Bacan Bisa Mahal?

Tidak bisa masuk logika kenapa batu bacan bisa mendadak berharga mahal bakal melebihi harga batu permata zamrud, ruby dan saphire yang sudah terkenal berkilau dan indah, yang terpikir oleh Anda mungkin ini semacam fenomena booming tanaman daun Anthorium dan ikan louhan yang masih saudara dengan ikan mujahir. Apakah ini secara kebetulan kenaikan harga bisa menjadi mahal? Bisa jadi bisa kebetulan juga bisa hasil rekayasa strategi bisnis. Mari belajar pengalaman bagaimana melambungkan harga mujahir jenis louhan tahun-tahun lalu.
Ingin Kaya....?? Berhentilah Sekolah !!!
TULISAN ini dilatari
tiga hal. Pertama, menyikapi bursa kerja fair yang rutin diadakan
diseluruh provinsi di Indonesia. Kedua, Kurikulum pendidikan kita yang
lebih mengarahkan siswa untuk condong menjadi orang gajian. Ketiga,
keinginan manusia yang sangat normatif yaitu ingin menjalani hidup
dengan berkecukupan.Konsep Sepeda Motor Masa Depan
![]() |
| Motor Masa Depan |
Korelasi Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kewirausahaan
Butuh terobosan dari seorang sopir ‘gila’ untuk menghadirkan
sebuah perusahaan

Fenomena Susi Pudjiastuti seorang wanita hanya
berijazah SMP diangkat Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Ibu Susi adalah
Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan eksportir hasil
perikanan. Produksi yang paling dikenal adalah lobsternya. Selain itu, Ibu Susi
memiliki PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan perusahaan penerbangan Susi
Air dari Jawa Barat. Rasanya benar bahwa pendidikan seseorang tidak 100
persen menjamin kesuksesan seseorang, dengan tekad yang besar, Ibu Susi
membuktikan dia bisa sukses walaupun banyak orang memandang sebelah mata
tingkat pendidikannya.
Lezatnya Budidaya Lobster
Ada banyak cara untuk mendapatkan
penghasilan tambahan, salah satunya dengan usaha beternak atau
membudidayakan komoditi yang dicari pasar. Ikan gurame, udang, kerang
dan mutiara adalah salah satu bisnis yang sering dikembangkan sebagai
lahan untuk penghasilan tambahan. Tahukah Anda, saat ini peluang usaha
untuk lobster air laut masih terbuka sangat lebar? Lobster air laut
sangat diminati oleh restauran kelas atas dan juga hotel-hotel yang
menyajikan hidangan berbahan dasar lobster untuk para pelanggannya.
Ide Memanfaatkan Botol Plastik Bekas
Plastik merupakan bahan banyak digunakan, tetapi dapat menyebabkan kerusakan yang mengerikan terhadap lingkungan jika tidak didaur ulang. Untungnya plastik adalah bahan yang fleksibel yang dapat dimanfaatkan kembali dengan cara yang kreatif. Ada banyak ide besar cara untuk menggunakan kembali plastik untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan indah untuk rumah Anda atau untuk diri sendiri.
Berikut ini hanya beberapa dari banyak ide-ide besar dari demilked.com cara mendaur ulang botol-botol plastik dan topi mereka dan menjaga mereka dari landfill atau lingkungan.
Jenis Usaha Konsultan Yang Laris Manis
Ini sebuah ide bisnis kreatif yang tidak membutuhkan kapital besar bahkan dapat menghasilkan pendapatan yang melimpah. Inti dari usaha ini bisnis jasa pemikiran yang didiskripsikan yaitu bisnis jasa konsultasi. Kamus
mendefinisikan konsultan adalah seorang ahli dalam bidang tertentu yang
bekerja sebagai penasehat yang baik untuk perusahaan
atau individu lain." Kedengarannya cukup jelas, bukan?
Dalam dunia bisnis pasti mengerti apa konsultan, menurut Anna Flowers, juru bicara Asosiasi Konsultan Profesional di Irvine, California, asosiasi baru-baru ini melihat peningkatan panggilan untuk informasi dari orang-orang yang ingin masuk ke bisnis ini. "Pasar sedang membuka untuk arena bisnis konsultasi," kata Anna Flower.
Dalam dunia bisnis pasti mengerti apa konsultan, menurut Anna Flowers, juru bicara Asosiasi Konsultan Profesional di Irvine, California, asosiasi baru-baru ini melihat peningkatan panggilan untuk informasi dari orang-orang yang ingin masuk ke bisnis ini. "Pasar sedang membuka untuk arena bisnis konsultasi," kata Anna Flower.
Klub Sepak Bola Asing Milik Orang Indonesia
|
Klub-klub sepak bola nasional masih
dihantui masalah klasik yakni pendanaan untuk operasional. Tidak semua
klub kembang kempis masalah pendanaan. Kondisi ini menghantui klub-klub
yang minim dukungan sponsor. Sedangkan klub-klub besar di dalam negeri,
masih bisa selamat dari masalah ini.
Bagi pebisnis, tentu akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan menjadi sponsor atau menjadi pemilik sebuah klub sepak bola. Faktor pendapatan dan keuntungan tentu menjadi pertimbangan utama selain nama besar klub dan fans. Sebab, dana yang digelontorkan untuk operasional klub tidak sedikit. |
Konsep Pemasaran Berbasis Gaya Hidup
Hakekat pemasaran adalah memenuhi kebutuhan konsumen,
dan untuk memenuhi kebutuhan ini, mesti mengenal mereka dan apa yang
menjadi kebutuhannya. Mengingat bahwa kebutuhan konsumen tidaklah
tunggal maka perlu dipilah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu,
sehingga terdapat kesamaan dalam batasan tertentu. Pengelompokan
berdasarkan kemiripan faktor-faktor tadi dan tiap kelompok diperlakukan
seolah-olah mereka merupakan kelompok yang identik ini dikenal sebagai
segmentasi.
Ramainya Perusahaan Otomotif Jepang Pindah ke Indonesia
Besarnya
poteni pasar otomotif di Indonesia membuat investor komponen kendaraan
bermotor asal Jepang ramai-ramai untuk ekspansi ke Indonesia. Sejumlah
pelaku usaha skala kecil dan menengah di Jepang tertarik untuk
merelokasi pabriknya ke Indonesia. Hal itu terungkap dalam pertemuan
APEC Business Advisory Council (ABAC) tahun ini.
Kebijakan Ekonomi Tak Berpihak Petani
Pemerintah mengabaikan peningkatan daya saing
global petani dan produk pertanian pangan nasional sehingga saat
penerapan perdagangan bebas produk impor membanjiri pasar domestik.
Akibatnya, liberalisasi pangan justru memperkaya petani negara ekspotir dan sebaliknya mematikan masa depan pertanian dan petani nasional. Untuk itu, pemerintah mesti segera menyelamatkan pasar komoditas pangan pokok domestik dengan menerapkan kebijakan yang berpihak kepada petani dan sektor pertanian pangan dalam negeri.
Koordinator Aliansi Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko, menambahkan hancurnya pangan nasional karena kebergantungan pada impor yang sangat tinggi. Kebergantungan ini menunjukkan betapa lemahnya aparatur negara dalam mengatur kebijakan, baik di level dukungan pada produsen pangan dalam negeri maupun pada negosiasi kesepakatan-kesepakatan internasional.
"Kasus hortikultura dan terigu misalnya, menunjukkan lemahnya negosiator pemerintah dalam menghadapi tekanan bilateral dengan negara- negara maju," kata dia di Jakarta, Senin (29/4).
Selain itu, lanjut dia, kalau pemerintah benar-benar bertujuan menghilangkan isu sulitnya pasokan pangan dalam negeri, pemerintah harus segera membentuk badan khusus pangan yang memunyai otoritas sekelas menteri koordinator untuk menyusun road map kemandirian pangan.
"Nantinya, badan pangan bisa memberlakukan mekanisme tarif untuk menjaga pasar pangan lokal sampai benar-benar kuat untuk menghadapi produk negara pesaing. Misalnya, saat panen, naikkan setinggi-tingginya bea masuk.
Sebaliknya, saat masa sulit, turunkan bea masuk. Pada saat yang sama, dukungan terhadap pertanian nasional dilakukan dengan sungguh-sungguh," jelas Tejo. Pembentukan badan otoritas pangan merupakan amanah UU Pangan yang telah disahkan Oktober tahun lalu. Badan ini akan bertugas mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional.
Untuk itu, dibentuk lembaga pemerintah yang menangani bidang pangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Sebelumnya, pengamat pertanian, Henry Saragih, juga berpendapat senada dengan Tejo. Henry mengharapkan pemerintah segera mengoreksi kebijakan salah dalam pengelolaan pangan nasional yang akhirnya mengakibatkan Indonesia sangat bergantung pada pangan impor.
Sebagai konsekuensi dari kesepakatan perdagangan bebas, pemerintah semestinya menerapkan kebijakan dengan fokus melindungi industri pertanian dan petani pangan dari keterpurukan akibat kalah bersaing dengan produk impor.
Disorientasi Kebijakan
Manajer Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan ada disorientasi dalam kebijakan pertanian sehingga petani terpuruk dan produknya kalah bersaing dengan produk impor.
"Kebijakan pertanian memang mengkhawatirkan. Seharusnya kebijakan hortikultura itu untuk mengendalikan impor dan memberi kesempatan tumbuhnya produksi di dalam negeri. Yang terjadi justru sebaliknya, impor diberi kemudahan," kata Said.
Menurut dia, dukungan pemerintah yang minim telah menghambat produktivitas pangan domestik sehingga kebergantungan pada impor meningkat. Ketidakberpihakan pemerintah terhadap petani juga terlihat ketika tidak mampu mengendalikan kartelisasi pangan. Yang terjadi pemerintah justru didikte oleh pelaku kartel yang mampu mengendalikan pasokan, distribusi, dan harga.
"Rencana 2014, lima komoditas akan swasembada. Itu juga akan gagal dan tidak akan tercapai. Monopoli masih berlangsung, kartel masih bermain, jika kondisi ini terus berlangsung maka petani akan terpuruk," ujarnya.
Akibatnya, liberalisasi pangan justru memperkaya petani negara ekspotir dan sebaliknya mematikan masa depan pertanian dan petani nasional. Untuk itu, pemerintah mesti segera menyelamatkan pasar komoditas pangan pokok domestik dengan menerapkan kebijakan yang berpihak kepada petani dan sektor pertanian pangan dalam negeri.
| Buah Import |
Koordinator Aliansi Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko, menambahkan hancurnya pangan nasional karena kebergantungan pada impor yang sangat tinggi. Kebergantungan ini menunjukkan betapa lemahnya aparatur negara dalam mengatur kebijakan, baik di level dukungan pada produsen pangan dalam negeri maupun pada negosiasi kesepakatan-kesepakatan internasional.
"Kasus hortikultura dan terigu misalnya, menunjukkan lemahnya negosiator pemerintah dalam menghadapi tekanan bilateral dengan negara- negara maju," kata dia di Jakarta, Senin (29/4).
Selain itu, lanjut dia, kalau pemerintah benar-benar bertujuan menghilangkan isu sulitnya pasokan pangan dalam negeri, pemerintah harus segera membentuk badan khusus pangan yang memunyai otoritas sekelas menteri koordinator untuk menyusun road map kemandirian pangan.
"Nantinya, badan pangan bisa memberlakukan mekanisme tarif untuk menjaga pasar pangan lokal sampai benar-benar kuat untuk menghadapi produk negara pesaing. Misalnya, saat panen, naikkan setinggi-tingginya bea masuk.
Sebaliknya, saat masa sulit, turunkan bea masuk. Pada saat yang sama, dukungan terhadap pertanian nasional dilakukan dengan sungguh-sungguh," jelas Tejo. Pembentukan badan otoritas pangan merupakan amanah UU Pangan yang telah disahkan Oktober tahun lalu. Badan ini akan bertugas mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional.
Untuk itu, dibentuk lembaga pemerintah yang menangani bidang pangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Sebelumnya, pengamat pertanian, Henry Saragih, juga berpendapat senada dengan Tejo. Henry mengharapkan pemerintah segera mengoreksi kebijakan salah dalam pengelolaan pangan nasional yang akhirnya mengakibatkan Indonesia sangat bergantung pada pangan impor.
Sebagai konsekuensi dari kesepakatan perdagangan bebas, pemerintah semestinya menerapkan kebijakan dengan fokus melindungi industri pertanian dan petani pangan dari keterpurukan akibat kalah bersaing dengan produk impor.
Disorientasi Kebijakan
Manajer Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan ada disorientasi dalam kebijakan pertanian sehingga petani terpuruk dan produknya kalah bersaing dengan produk impor.
"Kebijakan pertanian memang mengkhawatirkan. Seharusnya kebijakan hortikultura itu untuk mengendalikan impor dan memberi kesempatan tumbuhnya produksi di dalam negeri. Yang terjadi justru sebaliknya, impor diberi kemudahan," kata Said.
Menurut dia, dukungan pemerintah yang minim telah menghambat produktivitas pangan domestik sehingga kebergantungan pada impor meningkat. Ketidakberpihakan pemerintah terhadap petani juga terlihat ketika tidak mampu mengendalikan kartelisasi pangan. Yang terjadi pemerintah justru didikte oleh pelaku kartel yang mampu mengendalikan pasokan, distribusi, dan harga.
"Rencana 2014, lima komoditas akan swasembada. Itu juga akan gagal dan tidak akan tercapai. Monopoli masih berlangsung, kartel masih bermain, jika kondisi ini terus berlangsung maka petani akan terpuruk," ujarnya.
Pokok-pokok Karya Inovatif
Untuk menjadi kreatif, Anda tidak perlu memiliki IQ atau kecerdasan yang
tinggi. Banyak orang yang memiliki IQ tinggi tetapi tidak dapat
melakukan apa-apa untuk membuat hidupnya lebih baik.
Perkembangan bisnis yang sangat pesat, menimbulkan persaingan pasar yang
cukup ketat. Setiap harinya muncul pelaku bisnis yang mengenalkan
produknya dengan kreativitas dan inovasi baru, sehingga persaingan pasar
pun tidak bisa dihindarkan lagi. Jika para pelaku usaha tidak berusaha
menjadi diri yang kreatif dan inovatif, usahanya hanya akan tergerus
persaingan pasar.
Tips Mendapatkan Kredit Usaha Dengan Bunga Paling Rendah
Dana tersebut berasal dari bagian laba BUMN adalah merupakan dana
pemerintah atas nama Departemen Keuangan, sepenuhnya digunakan untuk pembinaan
koperasi dan pengusaha kecil, sehingga BUMN mempunyai kewajiban untuk
mempertanggung jawabkannya kepada Pemerintah dan dalam pelaksanaanya BUMN akan
diperiksa oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
PEMIMPIN PERUSAHAAN : CEO ATAU PRESIDEN ?
Apa Perbedaan Antara Presiden dan Chief Executive Officer ?
CEO,
singkatan dari "Chief Executive Officer" (Indonesia:Pejabat Eksekutif
Tertinggi), adalah jabatan tertinggi di suatu perusahaan dan mempunyai
tugas untuk memimpin suatu perusahaan dan bertanggung jawab untuk
kestabilan perusahaan tersebut. Namun, titel CEO sering mempunyai banyak
tafsiran dalam penggunaannya, sering diasosiasikan sebagai President
atau Direktur Utama dalam suatu perusahaan. Dan, dalam banyak organisasi
CEO malah digambarkan lebih penting daripada President Director
perusahaan. Sebab, ia mempunyai tugas yang lebih luas daripada President
Director dan sering juga dikombinasikan dengan Chairman of The Board.
Disamping itu, terdapat pula CEO yang memiliki peran ganda. Artinya,
selain sebagai Chief of The Board (formal), ia juga sebagai Chief of
Operational Officer. Secara umum, chief executive officer (CEO) adalah
dianggap sebagai perwira tertinggi di perusahaan sementara presiden yang
diperintah. PERENCANAAN USAHA
Langganan:
Postingan (Atom)










